Program Senilai Puluhan Miliar Dinilai Tak Signifikan Tekan Kemiskinan

Giri Menang (Suara NTB) – Tahun ini Pemkab Lombok Barat kembali menerima dana hibah air minum dari pusat untuk akses sambungan air bagi warga kurang mampu. Total warga miskin yang bakal bisa dintervensi program ini mencapai 3.000 jiwa. Program ini bakal lebih diarahkan untuk membantu percepatan pengentasan kemiskinan. Sebab salah satu indikator kemiskinan adalah akses air bersih.

Pasalnya tahun lalu, program hibah yang mencapai puluhan miliar tidak mengacu data by name by addres (BNBA) dari Pemda Lobar. Artinya warga miskin penerima bantuan ini tak mengacu data BNBA, sehingga kurang memiliki daya ungkit terhadap pengentasan kemiskinan.

Iklan

“Tahun ini kita (Lobar) dapat dana hibah air minum Rp 9 miliar untuk 3.000 sambungan warga miskin, program ini nanti diarahkan untuk bagaimana mempercepat program kemiskinan,” jelas Kepala BPKAD Lobar Joko Wiratno kepada wartawan kemarin.

Joko mengaku tengah berada di Jakarta bersama pihak PDAM menerima hibah tersebut dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PU-TR. Dijelaskan, untuk mengarahkan program ini lebih fokus mengintervensi percepatan penurunan kemiskinan akan dilihat prioritas kemana diarahkan program ini. PDAM selaku yang mengelola diminta koordinasi dengan Bappeda untuk meminta data BNBA. Nanti pihak Bappeda menyerahkan data itu ke PDAM sebagai salah satu dasar menentukan saasaran penanganan tahun ini.

Perlunya mengacu Data BNBA jelas mantan kepala Disperindag ini supaya program ini ada daya ungkitnya terhadap penanganan kemiskinan. Menurutnya perlu terus diarahkan menggunakan data BNBA sebab belajar dari tahun lalu program ini belum menggunakan BNBD lantaran data ini sendiri baru diperoleh.

“Data BNBA ini nanti akan diserahkan ke PDAM untuk ditangani. Kemarin (tahun lalu) itu tanpa ada nama (BNBA) yang ditangani oleh PDAM,” jelasnya. Jika warga miskin mengacu BNBA yang diintervensi program ini maka ketika sensus dilakukan BPS bisa terdata sebagai orang tidak lagi miksin.

Lebih jauh dikatakan, dana hibah ini sendiri  bisa ditambah Rp 6 miliar sehingga mencapai total Rp 15 miliar jika kinerja Lobar dinilai bagus baik dari sisi kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu pelaksanaan. Jika semua terpenuhi maka bisa mengajukan permohonan lagi untuk dana tambahan tersebut.

Apabila secara kuantitas, waktunya bisa selesai  dalam waktu cepat dengan kualitas yang bgaik maka pusat memberikan kesempatan untuk menambah jatah. Ditambahkan berdasarkan hasil evaluasi pusat, Lobar mendapatkan peringkat 10 besar dari segi kualitas dan penyelesaiaan. Sehingga Lobar pun termasuk kabupaten/kota yang dinilai tepat waktu dengan kualitas yang baik diantara daerah yang menerima hibah ini. “Atas prestasi ini kami dapat lagi Rp 9 miliar itu,” jelasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here