Program Revitalisasi Bumi Sasar Gili Nanggu dan Pantai Cemara Lobar

Kepala Dispar NTB, H. L. Moh Faozal dan Kepala Dispar Lobar, H. Saepul Ahkam membuka kegiatan revitalisasi bumi di Kantor Desa Sekotong Barat.

Giri Menang (Suara NTB) –Semenjak ditetapkanya pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI terus berupaya melaksanakan berbagai kebijakan dan program. Salah satunya, program revitalisai bumi yang menyasar sejumlah objek wisata di Tanah Air. Program ini juga ditujukan untuk mempersiapkan objek-objek wisata dan menyediakan fasilitas pendukungnya agar tetap aman, sehat dan bersih di tengah pandemi Covid-19.

Di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), program ini menyasar dua lokasi, yakni Gili Nanggu di Kecamatan Sekotong dan Pantai Cemara di Kecamatan Lembar. Di masing-masing lokasi akan dilakukan rangkaian kegiatan seperti sosialisasi, padat karya, dan layanan kesehatan selama empat hari. Kamis, 10 September 2020, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, H. Lalu. Moh. Faozal yang juga mewakili pihak Kemenparekraf saat membuka kegiatan revitalisasi bumi di Kantor Desa Sekotong Barat mengatakan, dipilihnya Gili Nanggu menjadi tempat kegiatan karena ingin meyakinkan kepada semua orang bahwa berwisata ke Sekotong sudah aman dan nyaman di masa pandemi ini.

Iklan

Menurutnya, potensi alam yang dimiliki Sekotong ini tidak diragukan keindahannya oleh siapapun. Dengan alasan tersebut, Faozal bertekad akan menjadikan Sekotong sebagai destinasi yang berstandar Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE). Ia juga menyampaikan, mulai pekan depan pihaknya akan memulai penataan Darmaga Tawun.

Darmaga Tawun kata Faozal, akan dilengkapi sesuai standar CHSE sehingga bisa menghadirkan kenyamanan bagi pengguna jasa dermaga. Kemudian penataan kawasan dermaga, meliputi taman dan bangunan-bangunan yang ada di kawasan akan dibenahi.“Atap yang dari ijuk dan yang sudah lapuk-lapuk itu kita akan ganti. Kemudian kita akan perindah tamannya, selanjutnya kita akan fasilitasi darmaga itu agar pengunjung yang ingin berkunjung ke gili-gili yang ada di Sekotong bisa menikmati dermaga itu. Minggu depan kita sudah mulai,” seru Faozal.

Rangkain kegiatan revitalisasi bumi di Sekotong mulai 8 – 11 September. Esok hari akan dilanjutkan dengan kegiatan padat karya di Gili Nanggu, melibatkan semua masyarakat Sekotong. Untuk Pantai Cemara mulai dari tanggal 12 sampai dengan tanggal 15 di bulan yang sama.
Sementara itu Kepala Dispar Lobar, H. Saepul Akhkam menyampaikan rasa terima kasih Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kepada Kemenparekraf RI lantaran sudah memilih Sekotong untuk kali kedua ditetapkan menjadi tempat kegiatan yang berskala nasional, yakni kegiatan BISA dan revitalisasi bumi saat ini. Akhkam menyebutkan bahwa Lobar memiliki 23 gili dengan keindahan dan keunikan masing-masing yang harus disyukuri.

“Bagaimana cara mensyukurinya? Dengan cara melindungi dan memanfaatkannya secara berkelanjutan, kemudian mengambil kemanfaatannya dari kondisi alam oleh mayarakat Sekotong. Kita harus ingat ucapan Ibu Wakil Gubernur beberapa waktu lalu ketika hadir diacara gerakan BISA di area dermaga beberapa waktu lalu. Beliau mengingatkan kita semua, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat secara umum dan masyarakat Sekotong pada umumnya untuk tetap mensyukuri nikmat tuhan berupa keindahan alam di Sekotong ,” katanya.

Akhkam mengatakan pihaknya menyiapkan kawasan Sekotong menjadi pendukung utama Kawasan Ekonomi Khusus yang ada di Mandalika. Tahun ini ia akan membentuk DMO di Lobar, dan menurutnya Sekotong sangat layak untuk dikembangkan dengan serius. Program ini mendapat apresiasi dari masyarakat Sekotong. Budi misalnya, ia mengatakan kegiatan ini sangat positif dan mengedukasi. Terlebih bisa membangkitkan ekonomi masyarakat Sekotong Barat.

Ia juga mengungkapkan, dengan dipilihnya Sekotong Barat menjadi tempat kegiatan memberi sinyal yang baik bagi pariwisata Sekotong.“Alhamdulillah dengan adanya program revitalisasi bumi ini, nama Sekotong menjadi gaungnya lebih luas dalam hal kepariwisataan, dan ekonomi masyarakat akan terbantu. Seperti kita boaat man akan dapat penumpang,” ungkapnya. Ia juga berkomitmen akan menjaga kebersihan, keamanan serta kenyamanan di dermaga Tawun. Karena menurutnya, ia bersama masyarakat lainya hidup dari aktifitas dermaga. (her)