Program Keluarga Berencana Wujudkan Generasi Berkualitas

Kepala BKKBN perwakilan NTB, Dr. Drs. L. Makripuddin, M.Si., menyerahkan hadiah undian kepada peserta sosilisasi KB yang beruntung

Praya (Suara NTB) – Membangun generasi yang berkualitas merupakan tujuan utama pembangunan. Karena dengan memiliki generasi berkualitas bisa meningkatkan daya saing bangsa. Namun untuk bisa mewujudkan generasi yang berkualitas bukan perkara mudah. Butuh kerja keras dan dukungan dari semua pihak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yakni melalui program Keluarga Berencana (KB).

“Program KB itu tujuan utamanya ialah bagaimana mewujudkan generasi yang berkualitas,” ungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS., saat promosi pelayanan KB dan KR Berkualitas pada Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bersama mitra di Desa Marong Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (17/11) kemarin.

Iklan

Ia mengungkapkan, saat ini jumlah penduduk Indonesia cukup tinggi. Dengan laju pertumbuhan yang juga terbilang cukup tinggi. Sehingga harus dikendalikan.supaya tidak terjadi ledakan jumlah penduduk. Karena semakin banyak jumlah penduduk, maka itu bisa menambah beban negara.

Sehingga program KB untuk bisa mengendalikan jumlah penduduk. Agar jumlah penduduk bisa terkendali. “Program KB itu bukan melarang untuk punya anak. Tetapi mengatur dan mengendalikan jumlah anak dalam satu keluarga. Supaya tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Karena kalau satu keluarga punyak anak banyak, bebannya jelas akan semakin berat. Terutama soal beban ekonomi. Yang bisa berimbas pada kemampuan keluarga tersebut dalam memenuhi jaminan pendidikan dan kesehatan yang baik. Karena dengan beban ekonomi yang tinggi, jelas akan sulit untuk bisa memberikan pendidikan dan kesehatan yang layak.

Sementara kualitas pendidikan dan kesehatan sangat menentukan kualitas generasi bangsa. “Bagaimana bisa kita mewujudkan generasi yang berkualitas, kalau pendidikan dan kesehatan generasi bangsa ini rendah. Sehingga program KB diharapkan bisa mendorong terwujudkan generasi berkualitas,” tegasnya.

Dikatakannya, dengan jumlah anak yang tidak terlalu banyak, kesempatan satu keluarga untuk mencari sumber ekonomi semakin besar. Jika dibandingkan dengan keluarga yang banyak anak. Dengan begitu, peluang keluarga tersebut untuk sejahtera jauh lebih besar. “Jadi mengikuti program KB keuntungan jauh lebih besar bagi keluarga bersangkutan,” terang Ermalena.

Terlebih dengan adanya program SJSN, keluarga peserta BJPS jauh lebih mudah untuk ikut program KB. Karena sekarang layanan KB sudah masuk menjadi salah satu layanan BPJS. Jadi keluarga yang mau ikut program KB sekarang gratis. Semua biaya sudah ditangani BPJS.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan NTB, Dr. Drs. L. Makripuddin, M.Si., mengatakan, ikut program KB banyak manfaatnya. Tidak hanya dari sisi membangun kualitas generasi bangsa. Tetapi juga dari sisi kesehatan bagi ibu dan anak, program KB bermanfaatnya.

Karena program KB bisa mendorong menekan angka kematian ibu melahirkan serta anak baru lahir. Pasalnya, dengan program KB jarak kehamilan bisa diatur. Sehingga bisa mengurangi resiko kematian, karena jarak kehamilan yang terlalu dekat. “Kasus kematian ibu melahirkan saat ini tercatat masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya, karena jarak kehamilan yang terlalu dekat. Solusinya yakni dengan program KB,” timpalnya.

Hadir pada kesempatan, selain pejabat BKKBN pusat hadir pula Kepala BPJS cabang Selong, drg. Geri Adikusuma, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Loteng, H. Mulyardi Yunus. Dan, pejabat di lingkup BKKBN  perwakilan NTB. (kir)