Program Jaksa Masuk Sekolah di Sumbawa Dioptimalkan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa membuat terobosan baru dalam mengoptimalkan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Usai menyelesaikan penyuluhan hukum di belasan SMA di Sumbawa dan KSB, Jaksa membentuk Duta Adhyaksa sebagai penyambung informasi. Termasuk menerapkan program Skype untuk saling berkomunikasi dengan duta adhyaksa dengan melalui video call.

Kajari Sumbawa, Paryono, SH menyampaikan sebelumnya pihaknya sudah memberikan penyuluhan hukum terhadap 18 SMA di Kabupaten Sumbawa dan 17 SMA di Kabupaten Sumbawa Barat. Dengan materi antinarkoba, antikekerasan, kenakalan remaja, dan pengenalan institusi Kejaksaan. “Ini Penting kita sampaikan kepada siswa sejak dini, supaya mereka memahami,” ujarnya.

Iklan

Sebagai tindaklanjut dari penyuluhan tersebut, pihaknya sudah membentuk duta Adhyaksa di masing-masing sekolah, satu perempuan dan satu laki-laki.  Sehingga totalnya berjumlah 72 orang Duta Adhyaksa di Sumbawa dan Sumbawa Barat. Duta Adhyaksa tersebut dibentuk guna memberikan dan menyampaikan  informasi terkait hukum kepada teman-teman lain di sekolah. “Kami sudah bentuk sebanyak 72 orang di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Supaya nanti mereka bisa menyampaikan informasi nantinya kepada teman lainnya di sekolah,” pungkas Kajari.

Selain itu, lanjut Kajari, pihaknya juga telah membuat terobosan baru yang belum ada di semua Kejaksaan di Indonesia, kecuali Kejari Sumbawa. Dalam hal ini menggunakan program Skype. Melalui program Skype inilah pihaknya langsung saling berkomunikasi dengan para duta adhyaksa yang telah dibentuk,  dengan sistem video call atau tele conference. Nantinya apa yang diperoleh dari komunikasi tersebut bisa langsung disampaikan kepada teman-teman di sekolahnya, ataupun kepada masyarakat. “Walaupun ada di Sekongkang atau di Maluk sana, mereka bisa saling komunikasi dengan Kasi Intel Kejaksaan  menggunakan program Skype ini. Mereka juga bisa menyampaikan persoalan lain yang terjadi di masyarakat, kemudian kami memberikan pemahaman tentang itu,” tukasnya.

Kasi Intel Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja, S.H., M.H menambahkan, program JMS yang telah dilakukan cukup efektif. Terlebih dengan telah dibentuknya duta adhyaksa. Dimana duta adhyaksa ini dibentuk dengan syarat dan ketentuan. Selain siswa yang menduduki bangku kelas dua SMA, juga harus mempunyai kemampuan untuk menyampaikan dan mengkomunikasikan informasi dari pihaknya kepada  temannya di sekolah. “Diskusi yang kami lakukan dengan duta adhyaksa di masing-masing sekolah melalui program Skype ini cukup aktif. Baik di Kabupaten Sumbawa maupun Sumbawa Barat.  Karena dengan Skype ini tidak terbatas waktu dan tempat. Malam pun bisa terbuka dengan HP,” ujarnya.

“Alhamdulillah program ini efektif di segala aspek,” pungkasnya.  Dijelaskannya, salah satu tugas dari Intelijen adalah menekan dan  mencegah adanya tindak pidana. Baik narkotika, korupsi dan lain sebagainya. Saat ini yang berkembang adalah masalah narkotika dan perlindungan terhadap anak. Makanya untuk saat ini, pihaknya masih fokus ke sekolah guna memberikan penyuluhan sejak dini. ‘’Mudah-mudahan dengan adanya program ini bisa menekan tindak pidana di Sumbawa maupun Sumbawa Barat,” tukas Erwin. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here