Program Asimilasi Napi Bandel Dicabut

Ilustrasi Narapidana.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Narapidana diberi keringanan pembebasan bersyarat selama masa pandemi Covid-19. Namun, narapidana yang mendapatkan keringanan ini malah tambah bandel. Narapidana yang berbuat pidana lagi setelah bebas bersyarat akan dicabut lagi asimilasinya.

Program asimilasi pada April lalu ditujukan untuk mengurangi kepadatan di dalam Lapas. Kondisi itu untuk menghindari penularan virus corona penyebab Covid-19 agar tidak mudah menyebar. Klaster Lapas dicegah dari awal.

Iklan

“Pasti program asimilasinya dicabut. Dia akan menjalani lagi sisa pidananya,” tegas Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham NTB Dwi Nastiti dikonfirmasi Selasa, 28 Juli 2020.

Dwi menjelaskan, pemberian program asimilasi diberikan kepada narapidana yang memenuhi persyaratan. Satu kasus napi asimiliasi berbuat pidana lagi tidak mewakili napi lain yang mendapat program yang sama.

Pencabutan program asimilasi membuat narapidana harus menjalani lagi masa hidup di dalam penjara sesuai dengan pidana yang dijatuhkan hakim.

“Sisa pidana dari kasus sebelumnya nanti akan ditambah lagi dengan pidana dari kasus barunya,” sebut Dwi.

Hal itu merujuk pada kasus Suhardi (19). Napi Lapas Mataram yang mendapat program asimilasi ini alias bebas bersyarat bukannya tobat. Tetapi kesempatan menghirup udara di luar penjara untuk berbuat pidana. Suhardi disangka mencuri sepeda motor di empat tempat berbeda. Suhardi mencuri lagi karena butuh uang membeli sabu.

Tidak hanya Suhardi, napi asimilasi lainnya, Dicki Apriori pada Mei lalu tertangkap lagi karena mencuri ponsel di Onor, Lingsar, Lombok Barat. Dicki sebelumnya dipenjara dengan vonis tujuh bulan karena terbukti mencuri burung di Gontoran, Lingsar, Lombok Barat. Kanwil Kemenkumham Provinsi NTB mencatat sebanyak 522 narapidana di 10 UPT Lapas di NTB mendapat program asimiliasi dan integrasi lebih cepat per 1-7 April lalu.

  Sepekan Operasi, Polisi Tangkap Tujuh Pelaku 3C

Hal itu sesuai dengan Permenkumham 10/2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan Lapas. Rinciannya yakni napi Lapas Mataram 155 orang, Lapas Sumbawa Besar 113 orang, Lapas Dompu 43 orang, Lapas Selong 58 orang, Lapas Terbuka Lombok Tengah 27 orang, Lapas Anak Lomobk Tengah 25 orang, Lapas Perempuan Mataram 15 orang, Rutan Raba Bima 38 orang, dan Rutan Praya 48 orang.

Para napi itu adalah mereka yang divonis penjara karena perkara tindak pidana umum. Syaratnya, sudah menjalani 2/3 masa pidana per-1 April 2020 hingga 31 Desember 2020 berhak mendapat bebas bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat.

Pengecualiannya pada napi kasus korupsi dan narkoba berdasarkan ketentuan dalam PP No99/2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. Tujuan program ini untuk mengurangi kepadatan Lapas seiring pencegahan penyebaran virus Corona. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here