Produksi Tembakau 2020 Merosot

Tembakau virginia di Lotim sudah mulai panen. Namun, produksi tembakau tahun ini diprediksi merosot. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Produksi tembakau virginia Lombok di Lombok Timur (Lotim) musim tanam 2020 ditaksir akan merosot tajam. Penyebabnya selain karena Corona Virus Disease (Covid-19), petani tembakau di Lotim ini banyak yang tidak berani tanam. Alasannya, hasil panen 2019 lalu banyak yang tidak terserap.

“Petani mulai melek,” ungkap Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lotim, Lalu Sahabudin, Jumat, 7 Agustus 2020.

Iklan

Pihaknya memprediksi, musim tanam kali ini maksimal 18 ribu ton saja. Dibandingkan tahun lalu, produksi tahun 2020 ini turun drastis. Menurut Lalu Sahabudin, tahun 2020 ini ada pembelajaran.

APTI ingin melihat pertembakauan di Lombok makin bagus. Terpuruknya si emas hijau ini belakangan ini, karena aturan yang mengikatnya kurang bagus. Berbeda dengan di luar daerah yang dinilai aturan mainnya cukup bagus, sehingga semua produksi petani terbeli semua. Petani juga betul-betul dilindungi dengan harga yang stabil dan bahkan terus meningkat.

Tidak seperti di Lombok, kerap terjadi lonjakan tapi lonjakan harga yang tidak beraturan dan menilai ada unsur permainan para elite dalam bisnis pertembakauan.

Harapannya, peraturan daerah (Perda) Provinsi NTB ini bisa memperketat aturan main tentang pertembakauan. Tidak ada lagi petani swadaya. Semua petani diharapkan masuk menjadi petani mitra, sehingga jelas pasar produksi tembakaunya.

Perbaikan tata kelola pertembakauan tidak saja berpihak kepada petani, tapi juga bagi perusahaan mitra, sehingga  bisnis tembakau virginia di Lombok ini bisa berjalan dengan lancar. Jika ada pelanggaran aturan main, maka harus tegas pula sanksinya. Sanksinya bagi perusahaan bisa diputus izin pembeliannya. “Ini semua sudah kita usulkan ke Gubernur, Bupati dan para pimpinan DPRD,” ucapnya.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, H. Masri sebelumnya juga menyebut tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Rencana pembelian dari 11 perusahaan yang sudah daftar pembelian di Lotim ini sebanyak 23 ribu ton. Jumlah ini lebih kecil dari data perusahaan pembeli tahun lalu sebanyak 18 ton dan dengan capaian pembelian sebesar 28 ribu ton. (rus)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here