Produksi Sampah di Sandubaya 60 Ton Per Hari

Camat Sandubaya, Lalu Syamsul Adnan (Suara NTB/mhj)

Mataram (Suara NTB) – Produksi sampah di Sandubaya mencapai 60 ton per hari. Penanganannya masih bersifat konvensional atau pola angkut buang. Camat Sandubaya, Drs. Lalu Syamsul Adnan menyampaikan, penanganan sampah di wilayahnya berdasarkan kebijakan dikeluarkan oleh Pemkot Mataram.

Penanganan sampah menggunakan kendaraan roda tiga ke masing – masing lingkungan. Selain itu, pihaknya telah dua tahun ini membuat skenario penanganan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Kita kan kewajibannya dari rumah tangga ke TPS. Kalau dari TPS itu kewajibannya teman-teman LH,” ujar Samsul, ditemui di kantornya, Jumat, 4 Januari 2019.

Iklan

Beberapa tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada di kelurahan sebelumnya menjadi TPS resmi. Sebagian besar tidak diperbolehkan karena  dibongkar. Pembongkaran tersebut seiring kebijakan penanganan sampah di lingkungan oleh kendaraan roda tiga.

Syamsul menyebutkan, produksi sampah di Kecamatan Sandubaya didominasi oleh sampah rumah tangga. “Per hari itu sekitar 60 ton,” sebutnya. Tingginya produksi sampah tambah dia, pengangkutan bisa lima kali per minggu. Ini pun tergantung dari volume sampah dari masing – masing kelurahan.

Disampaikan Syamsul, dari tujuh kelurahan rata – rata tiga sampai empat kali pengangkutan per minggu. “Kalau dikalikan per minggu sudah puluhan ton,” ucapnya. Dia berharap masyarakat memiliki pola pengelolaan sampah yang sesuai dengan Perda (Peraturan Daerah). Termasuk melakukan pengelolaan sampah menjadi pupuk dan lainnya.

“Pengolahan limbah sampah itu bisa menjadi nilai ekonomi. Di beberapa kelurahan sudah ada yang melakukan itu, seperti di Bartais membuat sampah itu menjadi pupuk cair,” tutupnya. (mhj)