Produksi Capai 297.989 ton, Bima Butuh Gudang Jagung

Indah Dhamayanti Putri. (Suara NTB/Dok), Ramdin. (Suara NTB/Uki) . 

Bima (Suara NTB) – Produksi jagung di Kabupaten Bima mengalami peningkatan setiap tahun. Untuk mengantisipasi permainan harga di tingkat petani, perlu dibangun gudang penampung. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima produksi jagung Kabupaten Bima saat ini mencapai 297.989 ton dengan luas lahan 40.292 hektar.

Dengan jumlah produksi jagung yang melimpah tersebut, Kabupaten Bima bisa dianggap salah satu daerah penghasil jagung utama di Indonesia. Bahkan dipasok untuk kebutuhan nasional.

Iklan

Demikian disampaikan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bima, Ramdin SH kepada Suara NTB, Kamis, 9 Juli 2020. Kata dia, pembangunan gudang penampung jagung harus diprioritaskan oleh Pemerintah kedepannya.

Menurut Duta Golkar ini, gudang penampung dibangun di wilayah atau Kecamatan yang memiliki luas lahan berskala besar. Hal tersebut untuk mempermudah transaksi penjualan hasil jagung. “Adanya gudang penampung ini akan mempengaruhi harga jagung. Selain itu para pengepul juga tidak bisa memainkan harga,” katanya.

Tinjau Harga Jagung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima meminta Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) agar merevisi acuan aturan harga pembelian komoditi jagung di tingkat petani.

Permintaan itu dengan mengirim surat resmi ke Mendag. Bahkan surat yang ditandatangani oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE tersebut sudah dikirim sejak 25 Juni 2020 kemarin.

“Sudah kita kirim suratnya. Kita meminta Mendag agar merevisi acuan aturan harga pembelian jagung,” kata Bupati, Kamis, 9 Juli 2020.

Dalam surat tersebut, Bupati menjelaskan harga jagung tingkat petani di Kabupaten Bima kisaran antara Rp2700 sampai dengan Rp3000 perkg dengan kadar air (KA) sebanyak 15 persen. “Harga ini masih di bawah acuan pembelian yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Ia mengaku sesuai ditetapkan Pemerintah dalam Permendag nomor 07 tahun 2020, tentang acuan pembelian di tingkat petani dan acuan penjualan di tingkat konsumen harga jagung sebesar Rp3.150 per kilogram KA 15 persen. “Maka dari itu sangat dibutuhkan perubahan kebijakan harga acuan,” ujarnya.

Dalam surat itu, Bupati mengaku sudah mengusulkan agar harga acuan pembelian jagung di tingkat petani Kadar Air 15 persen dilakukan perubahan menjadi Rp3.575 perkg sesuai struktur biaya yang wajar. Apabila tidak dimungkinkan lanjutnya berdasarkan pertimbangan kepentingan ekonomi nasional, harga acuan pembelian jagung tingkat petani untuk wilayah NTB diatur secara khusus. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here