Produk UMKM NTB Didorong Masuk Pasar Amerika

Ilustrasi Produk UMKM NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mendorong komoditas produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB menembus pasar Amerika. Pasalnya, kualitas hasil produksi NTB yang masih mengedepankan bahan baku dari alam dan proses buatan tangan disebut sangat cocok untuk kegiatan ekspor tersebut.

Kepala Dinas Koperasi (Diskop) NTB, Drs.H. Lalu Saswadi, menerangkan pihaknya telah menjaring 40 UMKM dari seluruh NTB yang akan diseleksi kembali untuk mengikuti pameran di Amerika. Seluruh UMKM tersebut kemudian mengikuti pelatihan artisan/UMKM yang digelar pihaknya bersama-sama  stakeholder terkait seperti Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, dan Bank Indonesia.

Iklan

“Terpilih-lah 40 UMKM dengan jenis komoditas itu tenun, mutiara, ketak, dan batok kelapa,” ujar Saswadi, Senin, 24 Februari 2020 di Mataram. Menurutnya, keunggulan produksi NTB saat ini adalah bahan baku yang masih alami. ‘’Ternyata teman-teman di Amerika justru sangat menghargai produk-produk buatan tangan kita,’’sambungnya.

Produk kerajinan NTB disebut telah memiliki segementasi pasar khusus di Amerika. Diterangkan Saswadi, beberapa hal yang masih perlu perhatian untuk itu adalah konsep pengemasan dan desain yang ditawarkan.

Dicontohkannya seperti pengemasan yang masih menggunakan plastik. ‘’Karena bahannya sudah dari alam, bungkusnya juga kalau bisa yang alami. Ternyata (tadi) ada plastik, itu yang perlu dihindari,’’ ujarnya.

Selain itu, desain produk UMKM NTB diakui masih monoton dan belum memberikan pilihan yang representatif bagi pasar yang lebih luas. “Ini (produk UMKM NTB) masih lebih banyak selera kita (pribadi). Tinggal kita tambah desainnya supaya sesuai dengan selera pasar yang lebih luas.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc, yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi peningkatan SDM yang berusaha dilakukan. Khususnya untuk peningkatan kualitas produk krajinan dan busana NTB.

Peningkatan kualitas disebut gubernur yang akrab disapa Dr. Zul tersebut sebagai salah satu kunci utama membuka akses pasar internasional. Dimana kendala yang mungkin didapati pengusaha dan pengerajin jika tidak memperluas pasar dapat dihindari. “Kalau ada pelatihan apalagi punya keinginan dari mereka untuk membuka pasar, itu kan luar biasa,” ujarnya.

Menurut Dr. Zul dengan pelatihan tersebut pelaku UMKM akan memiliki kemampuan untuk melakukan penetrasi pasar. Sehingga, seluruh produk yang dihasilkan dapat terjual dengan baik di berbagai pasar di seluruh dunia.

Menanggapi hal tersebut Konsul Muda Ekonomi KJRI New York, Wina, menerangkan NTB memiliki potensi kerajinan yang luar biasa. Dimana produk kerajinan tersebut dapat dipromosikan di Amerika melalui berbagai pameran yang diselenggarakan.

Kerjasama KJRI New York dengan pelaku UMKM sendiri telah dimulai sejak 2016. Pelatihan berbasis on-line juga telah diberikan kepada para pelau UMKM di berbagai daerah, sehingga untuk 2020 merupakan giliran bagi NTB.

Pelatihan yang diberikan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang pemasaran on-line. Sehingga produk kerajinan NTB dapat dikirim dan dipamerkan di ajang New York Now, yaitu pameran dagang dan griya terbesar di Amerika Utara. Now York Now sendiri disebut akan dihadiri oleh 2.500 orang penyelenggaran dan 25.000 pembeli dari kalangan profesional.

“Tahun 2019 kemarin ada delapan booth dan 18 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia yang kita bawa ke New York bekerjasama dengan The Craft, Bank Indonesia dan berbagai stakeholder lainnya,” ujar Wina. Melalui pelatihan yang akan diberikan, pihaknya berharap para peserta dapat memahami dan menerima wawasan terkait kecenderungan pasar internasional. (bay)