Produk Tak Layak Edar Ancam Konsumen di NTB

Mataram (Suara NTB) – Yayasan Perlindungan Konsumen (YPK) Provinsi NTB mengingatkan bahwa konsumen NTB masih terancam dengan produk-produk tak layak edar. Karenanya kepada pemerintah daerah untuk berbuat lebih massif menjadikan masyarakat NTB sebagai konsumen cerdas.

Semua instansi dari provinsi maupun kabupaten dan kota diharapkan mampu memberikan perlindungan konsumen, setidaknya lebih aktif lagi mensyiarkan kepada masyarakat tentang produk-produk layak konsumsi terutamanya.

Iklan

“Jangan hanya diam, dengan alasan tidak ada anggaran,” kata Ketua YPK Provinsi NTB, H. Muh. Saleh, SH, MH.

Kepada Suara NTB di Mataram, Jumat, 21 April 2017 dosen di Fakultas Hukum Unram ini mengungkapkan, sosialisasi yang dilakukan oleh dinas terkait dirasanya masih sangat terbatas. Dia mengibaratkan sosialisasinya hanya sebatas di “depan mata”. Ia memandang sangat perlu sosialisasi konsumen cerdas dimasifkan di kecamatan hingga tingkat desa.

Alasannya, konsumen level menengah ke bawah seperti buta informasi tentang bagaimana menjadi konsumen cerdas. Jika dilihat, masyarakat di perkotaan berdasarkan analisanya sekitar 20 persen belum menjadi konsumen cerdas.

“Apalagi yang tinggal di desa. Konsumen kita sebagian besar di desa,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia menyarankan sosialisasi massal dapat dilakukan ke tingkat kecamatan dan tingkat desa. H. Saleh menyatakan kekhawatirannya pada peredaran produk-produk barang dan jasa yang dijajakan cukup luas hingga ke tingkat desa sekalipun.

Minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh dinas teknis di provinsi, turut memberikan sumbangsih pada minimnya pengetahuan masyarakat tentang Undang-undang Nomor 8 tahun 1999, yang mengatur tentang perlindungan konsumen.

“Dari kepala desa sampai gubernur, harus turun. Sebab ini bukan persoalan enteng,” tambahnya lagi.

Apalagi, pengawasan pada barang-barang beredar masih minim dilakukan. Beberapa kali dilakukan pengecekan, dari supermarket hingga toko modern, H. Saleh mengatakan masih menjumpai adanya produk penyok yang dijajakan. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here