Produk Buatan NTB Tembus Pasar Dunia, Gubernur Ingin 200 Ribu Motor Listrik Sambut MotoGP 2021

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mencoba sepeda motor listrik "Le-Bui" yang merupakan produk buatan NTB yang sudah menembus pasar luar negeri. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Sepeda motor listrik buatan NTB dengan merek ‘’Le-Bui’’ yang merupakan singkatan dari Lombok e-Bike Builder sudah mampu menembus pasar dunia. Sepeda motor listrik buatan  anak-anak NTB itu sudah dikirim seratusan unit ke negara-negara di Benua Asia, Eropa, Australia dan Eropa.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memberikan dukungan untuk pengembangan sepeda motor listrik tersebut. Ia memesan sebanyak 20 unit yang ditargetkan sudah jadi sebelum 17 Agustus mendatang. Bahkan, gubernur mendorong seluruh PNS dan desa/kelurahan yang ada di NTB untuk menggunakan sepeda motor listrik.

Iklan

Ia mengatakan, penggunaan sepeda motor listrik sangat cocok di NTB. Karena daerah ini mengembangkan sektor pariwisata. Dengan penggunaan sepeda motor atau mobil listrik, maka udara akan bersih. Ia menginginkan menyambut perhelatan MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika, sudah ada 200 ribu sepeda motor listrik di NTB.

‘’Saya sangat percaya tahun depan, 200 ribu motor listrik harus memenuhi Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah,’’ ujar gubernur di Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB di Banyumulek, Lombok Barat, Jumat, 26 Juni 2020.

Pada kesempatan tersebut, gubernur bersama Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME, Direktur STIPark NTB, Khaerul Ihwan, MT dan anggota Komisi II DPRD NTB, H. Hairul Warisin menjajal sepeda motor listrik “Le-Bui” yang merupkan karya anak NTB.

Ia mengatakan, Pemda akan memfasilitasi pengembangan sepeda motor listrik tersebut. Bahkan, gubernur mengatakan perlu digalakkan kampanye beli dan bela produk NTB. Dengan mampu membuat motor dan mobil listrik, bayangan orang akan semakin jauh.

  Pengembangan Industri, Integrasikan Permesinan dengan Pengolahan

‘’Jadi sebelumnya tidak kebayang kita bisa bikin motor listrik. Diketawain, disangkanya itu beli yang jadi, merakit karena ndak mengerti ilmunya. Setelah dipikir bisa, orang mulai percaya. Kalau orang Lombok, Sumbawa dan Bima bisa bikin motor listrik. Berarti yang lain-lain mestinya bisa. Itu yang penting,’’ kata gubernur.

Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini mengatakan, tak ada yang tak mungkin jika berani mencoba. Dengan keberanian mencoba, maka akan muncul kepercayaan diri bahwa anak-anak NTB mampu membuat motor dan mobil listrik. ‘’Sekali bikin mungkin belum sempurna. Tapi dengan sendirinya akan ada learning by doing,’’ katanya.

Dalam perhelatan MotoGP  Mandalika sekitar Oktober 2021, kesempatan NTB menunjukkan kepada semua orang yang hadir bahwa NTB mampu membuat motor dan mobil listrik. Sehingga ia berharap ada ratusan ribu motor listrik buatan NTB dapat diperlihatkan di perhelatan MotoGP 2021.

‘’Kita harus berjuang dari sekarang. NTB ini ada seribuan desa dan kelurahan. Kalau satu desa ada satu motor listrik. Maka kita punya 1.000 motor listrik. Kalau dikasih tiga setiap desa, kita sudah punya 3.000 motor listrik. Kalau semua PNS kita dikasih kredit motor listrik, maka berapa banyaknya,’’ tandasnya.

Founder Lombok e-Bike Builder, Gede Sukarma Dijaya mengatakan, sepeda motor listrik yang diproduksi sudah menembus pasar luar negeri. Para penghobi sepeda motor listrik dari sejumlah negara di Benua Asia, Eropa, Amerika dan Australia sudah memesan.

‘’Sampai sekarang lebih dari 100 unit dikirim ke luar negeri.  Malahan terus ada saja datang ordernya,’’ ungkapnya.

Ia mengatakan, sebagian besar yang memesan sepeda motor listrik Le-Bui merupakan penghobi. Untuk pesanan skala besar, masih belum bisa dilayani. Ia mengatakan, ada yang order dalam jumlah banyak dari Italia, namun tak disanggupi. Karena melihat kemampuan produksi yang masih terbatas.

  Jurusan 'Jenuh' di SMK akan Dihapuskan

Apalagi dengan adanya pesanan dari gubernur sebanyak 20 unit yang harus jadi sebelum 20 Agustus. Gede mengatakan, ia akan berusaha memenuhi pesanan tersebut agar jadi tepat waktu.

‘’Mungkin order-order dari luar negeri saya setop dulu sementara.  Saya utamakan pesanan Pak Gubernur. Saya nggak terima lagi sementara orderan dari luar negeri,’’ katanya.

Dengan sarana prasarana dan tenaga kerja yang dimiliki saat ini, Gede mengatakan dalam seminggu hanya mampu memproduksi satu sepeda motor listrik. Karena ia hanya punya 5 tenaga kerja.

Disebutkan, harga termurah sepeda motor listrik yang diproduksi di kisaran Rp15 juta. Sepeda motor listrik tersebut bisa menempuh jarak 30 Km. Baterai dapat diisi ulang dalam tempo 2 hingga 4 jam. Ia mengatakan, harga sepeda motor listrik bisa ditekan di bawah Rp10 juta jika dapat dilakukan produksi massal.

‘’Kalau memang ada investor yang memodali, membuatkan tempat kerja dengan alat-alat yang standar. Kita dengan senang hati menerima,’’ katanya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here