Produk 402 UKM/IKM Lokal Masuk JPS Gemilang Tahap II

Peta sebaran IKM dan UMKM yang dilibatkan untuk memasok barang-barang untuk paket JPS Gemilang tahap II di masing-masing kabupaten/kota di NTB. (Sumber : Pemprov NTB)

Produk 402 UKM/IKM Lokal Masuk JPS Gemilang Tahap II
Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 402 UKM/IKM tersebar di Kabupaten/Kota se-NTB, telah siap menyediakan produk untuk JPS Gemilang Tahap II. JPS rencananya akan dibagikan kepada 110.000 KK sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 15.000 KK non DTKS, dengan total penerima sebanyak 125.000 KK se-NTB.

Produk yang ada di JPS Tahap II adalah produk UKM/IKM lokal kabupaten/kota setempat. Ini sesuai visi misi kita untuk pemberdayaan masyarakat lokal setempat. UKM terlibat terus bertambah, awalnya 391 kini menjadi 402 UKM, ujar Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah.

Iklan

Gubernur mencotohkan, produk UKM ikan asin di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Jangan dibawa ke Lombok, kemudian didistribusi kembali ke Bima, ini yang keliru. Beras di Lombok Barat dari UKM Lombok Barat, ikan asin di Bima ambil hasil UKM di Bima, ujar gubernur pada Rakor persiapan JPS tahap II, Rabu, 27 Mei 2020.

Doktor Zul mengingatkan, kembali agar tetap menggunakan bahan lokal hasil produk UMK/IKM kabupaten/kota setempat pada JPS II. Sehingga dapat menggerakan roda ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Itulah sebabnya lanjutnya, JPS ini tujuannya bukan untuk memenuhi kuota produk, tetapi memberdayakan UKM dan IKM lokal setempat. Tidak ada gunanya produknya berkualitas. Kuantitasnya terpenuhi, tetapi UKM/IKM setempat jadi penonton. Ini tidak sesuai dengan visi-misi kita, tandasnya.

Ditambahkanya, itulah pentingnya koordinasi dengan OPD di kabupaten/kota harus bagus untuk mengetahui UKM/IKM lokal setempat. Doktor Zul meminta proses pendistribusian JPS tahan II harus dipastikan berjalan sesuai aturan dan mekanisme. Karena dana yang dialokasikan cukup besar. Bila tahapan ini dikerjakan sesuai aturan, tidak perlu khawatir, ujarnya.

Gubernur mengingatkan, bahwa kekurangan pada proses penyaluran JPS Gemilang tahap I menjadi pengalaman untuk terus memperbaiki proses ketersedian isi JPS dan pendistribusian. Ini juga menjadi proses perbaikan dan penyempurnaan terus dilakukan. Termasuk data penerima sehingga distribusinya tepat sasaran.

Begitupun dalam keterlibatan kabupaten/kota dalam proses awal seperti pemilihan UKM/IKM hingga tahap pendistribusian atau penyaluran JPS harus bersama dan sinergi. Jangan sampai kita jadi kabupaten yang lain, padahal mereka bagian dari provinsi ini, katanya.

Membangun sinergi dan kebersamaan melalui koordinasi akan menghasilkan harmonisasi dalam mensukseskan program demi membangun NTB Gemilang.

Gubernur berharap setiap OPD bersinergi bersama menyelesaikan permasalahan bila ditemukan hal yang tidak sesuai aturan dan mekanisme. Ia meminta, peran Inspektorat hasus lebih maksimal sejak awal untuk memastikan semua pekerjan OPD berjalan sesuai aturan.

Bila ditemukan potensi salah Inspektorat jangan tinggal diam, perbaiki, ingatkan. Inspektorat ini bagian dari kita, katanya mengingatkan.
Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si yang memimpin Rakor menegaskan agar semua permasalahan dalam penyediaan barang JPS hingga pendistribusian diminimalisir. Sehingga proses penyaluran ke kabupaten/kota hingga ke desa berjalan lancar tanpa kendala. Pastikan ketersediaan isi paket JPS lengkap, katanya.

Peluncuran pendistribusian ini akan dilakukan Gubernur NTB Dr.Zul secara simbolis di desa Penimbung Kabupaten Lombok Barat. Pola distribusi tetap seperti tahap awal, dikumpulkan 1 tempat di kabupaten/kota, setelah itu disalurkan ke desa-desa.  Proses pendistribusian mulai tanggal 30 Mei hingga pertengahan  Juni 2020.

Sementara itu, pengadaan paket JPS Gemilang tahap II, IKM dan UKM yang dilibatkan semakin bertambah. Semula sebanyak 381 IKM dan UMKM yang dilibatkan memasok barang-barang yang dijadikan paket JPS Gemilang tahap II. Namun sekarang jumlah IKM dan UMKM yang dilibatkan bertambah menjadi 402.

“Sesuai arahan Pak Gubernur, semua produk yang ada di dalam JPS Gemilang tahap II menggunakan produk lokal kabupaten/kota. Jadi, beras yang dibagi di Dompu merupakan hasil produk IKM dan UKM yang berada di Dompu, kata Koordinator Bidang Pemulihan Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP.

Ridwan menjelaskan, apabila barang yang akan dijadikan paket JPS Gemilang tahap II tidak ada yang diproduksi IKM dan UKM di kabupaten/kota bersangkutan maka boleh mengambil produk IKM dari daerah lainnya di NTB. Seperti Kota Mataram, boleh mengambil beras untuk JPS Gemilang tahap II dari Lombok Barat .

Jadi semangatnya bukan mengejar berapa targetnya. Tapi bagaimana memberdayakan UMKM dan IKM di masing-masing kabupaten/kota, jelasnya.

Ridwan menyebutkan jumlah rumah tangga sasaran penerima JPS Gemilang tahap II sebanyak 125.000 KK. Dengan rincian sebanyak 110.000 KK penerima manfaat datanya berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kemudian 15.000 KK penerima manfaat datanya berasal dari luar DTKS.

Keluarga penerima manfaat yang datanya dari luar DTKS meruoakan honorer guru SMA/SMK, pemulung, operator roda tiga, security dan CS Pemprov NTB, petugas kebersihan, petugas RSUD NTB, petugas RS Manambai, petugas Covid Bapelkes, petugas pengawas pelabuhan dan bandara, mahasiswa asrama/tidak mudik, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pegawai Pemprov golongan I, pekerja seni, pekerja dirumahkan, disabilitas, marbot, pegawai golongan I dan II.

“Untuk JPS Gemilang tahap II, kita akan luncurkan tanggal 30 Mei sejumlah 125.000 penerima. Secara simbolis akan dilakukan Pak Gubernur di Desa Penimbung, Lombok Barat, kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB ini.

Ridwan menambahkan, penyaluran JPS Gemilang tahap II paling lambat sudah tuntas pada pertengahan Juni mendatang. Atau distribusinya ke seluruh desa/kelurahan sekitar dua minggu.
Pola distribusi masih sama. Cuma belajar dari pengalaman lalu, barang itu harus satu paket sampai di desa. Nanti kita akan kumpulkan di satu titik di kabupaten/kota, setelah lengkap barulah berdasarkan kuota dan jadwal kita kirimkan ke desa, jelasnya.

Ia menyebutkan untuk produk JPS Gemilang tahap II dipasok oleh 402 IKM dan UMKM di NTB. Dengan rincian, pasokan barang JPS Gemilang tahap II di Kota Mataram melibatkan 114 IKM dan UMKM, Lombok Barat 68 IKM dan UMKM, Lombok Utara 35 IKM dan UMKM, Lombok Tengah 37 IKM dan UMKM dan Lombok Timur sebanyak 76 IKM dan UMKM.

Kemudian di Sumbawa Barat melibatkan 14 IKM dan UMKM, Sumbawa 13 IKM dan UMKM, Dompu 15 IKM dan UMKM, Kota Bima 17 IKM dan UMKM dan Bima 10 IKM dan UMKM. Sedangkan paket JPS Gemilang tahap II di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ada produk yang diganti dengan barang yang lebih awet.

Untuk paket JPS Gemilang tahap II di Pulau Lombok berisi beras 10 kg, abon ikan 1 ons, minyak goreng kelapa lokal 1 liter, ikan kering, susu kedelai, teh kelor/serbat jahe/gula semut, kopi, minyak kayu putih, sabun antiseptik dan masker non medis 2 buah.

Sedangkan paket JPS Gemilang tahap II di Pulau Sumbawa berisi beras 10 kg, abon ikan 1 ons, kue lokal, ikan kering, garam 1 kg, susu kedelai, teh kelor/serbat jahe/gula semut, kopi, minyak kayu putih, sabun antiseptik dan masker non medis 2 buah.

Ridwan merincikan untuk memasok kebutuhan beras dilibatkan 30 IKM dan UMKM, garam 10 IKM dan UMKM, ikan kering 4 IKM dan UMKM, minyak kelapa 50 IKM dan UMKM, abon ikan 39 IKM dan UMKM. Selanjutnya, gula aren 15 IKM dan UMKM, minyak kayu putih 6 IKM dan UMKM, kopi 37 IKM dan UMKM, teh kelor 21 IKM dan UMKM, serbat jahe 12 IKM dan UMKM, susu kedelai 26 IKM dan UMKM, masker 102 IKM dan UMKM, sabun antiseptik 18 IKM dan UMKM serta goodybag vinyl 28 IKM dan UMKM. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional