Prestasi Sukma Dua Tahun Memimpin Lotim

RSUD DR. R. Soedjono Selong dari tipe C menjadi tipe B. Tampak Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy didampingi Wakil Bupati H. Rumaksi Sjamsuddin menyerahkan sertifikat kepada Direktur RSUD Selong, dr. M. Tantowi Jauhari beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Tanggal 26 September 2020 lalu, tepat dua tahun kepemimpinan bupati H. M. Sukiman Azmy dan wakil bupati H. Rumaksi Sjamsuddin. Berikjut bebeerpa prestasi membanggakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dikenal dengan sebutan Sukma memimpin Lotim sejak 2018 lalu.

Bupati Lotim H M. Sukiman Azmy memegang laporan hasil pemeriksaan BKP tentang keuangan pemerintah Lotim yang berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). (Suara NTB/ist)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lotim, H. M. Juaini Taofik kepada Suara NTB menguraikan saat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 asumsinya berfikir normal terjadi. Tidak terjadi musibah dan semacamnya. Akan tetapi gempa kembali terulang tahun 2019. Namun dipastikan semua akan teratasi karena sudah terencanakan.

Iklan

Berikutnya, fakta alam yang terjadi, usai gempa melanda, wabah corona datang. Kondisi ini berujung pemangkasan anggaran ratusan miliar. Hal ini jelas sangat berpengaruh pada kegiatan pembangunan di Lotim. Rp 125 miliar harus terealokasi ke pusat. Ada Rp 123 miliar terpakai untuk penanganan Covid.

Foto 3
Wakil Bupati H. Rumaksi SJ berbincang dengan warga yang sebelumnya masuk dalam daftar warga miskin. Ribuan warga Lotim penerima Program Keluarga Harapan digraduasi. (Suara NTB/ist)

Meskipun ditengah situasi pandemi saat ini, pasangan Sukma ini terus mencoba memberikan yang terbaik. Bicara hasil pembangunan kata Sekda ada yang tampak dan tidak tampak.

Salah satu menggembirakan prestasi penurunan angka kemiskinan tahun 2019, dari 16,55 persen menjadi 16,15 persen. “0,4 persen itu sangat tajam penurunannya,” ungkapnya. Dalam penanggulangan kemiskinan, Lotim telah membentuk kelembagaan khusus. Lembaga khusus tersebut memiliki tugas khusus pengendalian pemantauan terhadap pencapaian tujuan program penanggulangan kemiskinan. Menyusun laporan hasil pemantauan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan secara periodik. Pengendalian evaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, Pengendalian penanganan pengaduan masyarakat bidang penanggulangan kemiskinan dan Penyiapan LP2KD kepada Kepala Daerah dan TNP2K.

Wakil Bupati menyemprot rumah warga kurang mampu. (Suara NTB/ist)

Selain kemiskinan, ukuran pembangunan yang standar lainnya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM ini pun terus membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Nyata sudah dilakukan selama dua tahun terakhir ini adalah pemberian beasiswa 1000 anak yatim dan kurang mampu mulai APBD 2019. Berikut penyediaan akses sarana kesehatan yang cukup dan berkualitas. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Soedjono Selong naik kelas dari tipe C menjadi tipe B. Puskesmas di seluruh Lotim terakrediasi dengan baik.

Pelaksanaan kegiatan pembangunan yang cukup tampak adalah hasil dari penganggaran tahun jamak untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur daerah. Tahun Anggaran 2019, melalui APBD dianggarkan Rp 300 M untuk meningkatkan kualitas jalan Rp 235 M, kualitas Irigasi Rp 50 M dan Air Bersih Rp 15 M, dengan alokasi anggaran selama 3 Tahun (2019-2021).

Wakil Bupati Lotim H Rumaksi saat Launcing Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan program Lombok Timur berantas rentenir melalui kredit tanpa bunga (Lotim Berkembang) beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Hasil pembangunan yang tampak ini adalah infrastrutur jalan. Infrastruktur jalan hotmic kondisi awal 2018, 52 persen sekarang 64 persen. Ada penambahan 12 persenatau 156 km. Irigasi diawal kepemimpinan Sukma 51 persen dan kini menjadi 61 persen. Air bersih target 88 persen, pencapaian baru 81 persen. Masih ada persoalan pada sumber mata air.

Menurut Sekda, penting juga diingatkemajuan diluar fisik. Desa berkembang menjadi maju dan dari desa maju ke desa mandiri terus bertambah. Itu menandakan salah satu bukti pembangunan SDM yang berhasil dilakukan namun tidak tampak.

Indikator yang tidak tampak juga pada pembangunan SDM adalah keberhasilan Lotim sebagai daerah terbaik dalam penanganan pasien Covid. “Ini juga kan termasuk ukuran pembangunan SDM,” ucapnya. Lotim se NTB berada pada urutan ke 3 setelah Mataram dan Lobar dari angka kematian. Tapi jika dilihat dari jumlah pasien yang berhasil disembuhkan, Lotim tertinggi se NTB.

Angka kematian, Lotim 17 orang. Mataram 87 orangdan Lobar 49 orang. Loteng sebanyak 15 orang. Persentase kesembuhan Lotim, 365 pasien sembuh dibanding 428 kasus positif maka persentase kesembuhan 85 persen. Dibanding Loteng dihitung tingkat kesembuhannya 82 persen, Lombok Barat dan Mataram masing-masing 74 persen. “Ini juga bisa menunjukan tingkat pembangunan SDM,” paparnya.

Lainnya yang membanggakan, telah ditetapkan 63 Desa Wisata, Salah satu Desa Wisata yaitu Desa Kembang Kuning, meraih Predikat Desa Wisata terbaik Nasional Kualifikasi Desa Wisata Berkembang.

Premi asuransi ternak dan subsidi bunga pinjaman kelompok ternak Subsidi bunga pinjaman kelompok ternak ekuivalen dengan pinjaman tanpa bunga sebesar Rp 70 Milyar, pada tahun 2020. Asuransi ternak bagi ternak mati dan hilang.

Respon Aktif Terhadap Kebijakan Strategis Nasional KEK Mandalika dan KSPN Rinjani. Hal ini dilakukan dengan Peningkatan konektivitas dan infrastruktur pendukung. Penyiapan sumber daya manusia mendukung kegiatan pariwisata melalui BLK Internasional.Pengembangan kawasan penyangga KEK Mandalika

Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori mengatakan, refleksi 2 tahun kepemimpinan Sukma ini menjadi ajang evaluasi. Disebut, masih banyak program yang harus dituntaskan. Salah satunya masalah air bersih. Bidang kesehatan, masih ada tumpang tindih. Termasuk prorgam satu desa satu lapangan yang belum.

“Yang lain sudah bagus,” ucapnya. Seperti penataan infrastruktur. Pelayanan masyarakat jugas udah bagus di beberapa OPD. Harapannya, sisa waktu bisa lebih baik.

Kondisi gempa dan pandemi Covid ini cukup dimaklumi. Beberapa kali dilakukan refokusing anggaran. Sisa waktu tiga tahun ke depan, apa yang menjadi janji politik ini harus dituntaskan.

Air mengalir setiap hari yang menjadi janji besar bupati diharapkan bisa tuntas 2021. Dikabarkan akan dialokasikan dana Rp 50 miliar khusus untuk penanganan krisis air bersih masyarakat Lotim. Anggaran yang besar itu diharapkan mampu mewujudkan janji yang belum bisa dilaksanakan. “Ini kita dorong terus,” tutupnya (rus/*)