Prestasi Olahraga NTB Belum Dilirik Dunia Usaha

Empat pelari NTB Sudirman Hadi (kedua kiri), Iswandi (kiri), Fadlin (kedua kanan) dan Safwaturrahman (kanan) melakukan melakukan selebrasi usai memenangkan nomor lari Estafet 4X100 Meter Putra PON XIX di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/9). Empat pelari NTB Sudirman Hadi, Iswandi, Fadlin dan Safwaturrahman meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 39,78 detik sedangkan perak diraih atlet Jatim Burhan Wardhani, Muhammad Rozikin, Yudi Dwi Nugroho dan Heru Astriyanto dengan catatan waktu 40,02 detik dan perak diraih atlet Jabar Farrel Octaviandi, Muhammad Fatoniah, Farhan Hafidh dan Muhamad Apriansyah dengan catatan waktu 40,34 detik. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./Spt/16

Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum KONI NTB,H. Andy Hadianto  mengatakan prestasi olahragawan NTB sudah mampu menembus level nasional bahkan internasional. Seharusnya prestasi atlet daerah NTB ini sudah  bisa dilirik oleh dunia usaha sebagai ikon promosi label usaha.

Namun, sayangnya dunia usaha di NTB belum bisa memanfaatkan prestasi atlet daerah sebagai ladang promosi usaha. Hal ini bisa dilihat dari minimnya dukungan sponsor dana dari dunia usaha terhadap penyelenggaraan olahraga level nasional dan internasional yang digelar di NTB. Justru event nasional yang digelar di NTB dilirik oleh dunia usaha di luar NTB.

Iklan

Hal ini disampaikan Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto saat diwawancara Suara NTB di Sekretariat KONI NTB di Mataram, Jumat (7/4) kemarin.

“Kita sebenarnya punya banyak atlet yang berprestasi nasional. Sayangnya prestasi atlet  daerah belum dilirik oleh dunia usaha di NTB sebagai  ladang promosi,” ucapnya.

Direktur PT. DMB NTB ini mengatakan bahwa dunia usaha di NTB yang konsisten melirik olahraga prestasi sebagai ladang promosi usaha baru  dapat  dihitung dengan jari. Diantaranya Bank NTB, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), dan PT. DMB.

“Tidak ada lagi yang lain. Dunia usaha yang intens mensuport kegiatan olahraga adalah Bank NTB, PT.NNT dan PT.DMB saja,” ucapnya.

Menurut Andy, minimnya peran badan usaha mendukung dana untuk kegiatan  pembinaan olahraga di NTB karena masih lemahnya dunia usaha dalam membaca peluang  promosi.

Menurut Andy, promosi usaha yang evektif adalah melalui event olahraga atau atlet berprestasi. Pasalnya dengan event itu produk dunia usaha bisa langsung dilihat oleh masyarakat lewat media TV dan surat kabar. Karena  kegiatan itu akan disiarkan oleh  media audio visual, elektronik, media online dan surat kabar.

Menurut Andy, event level nasional, biasanya akan diliput oleh sejumlah media terkemuka di NTB dan nasional. Sehingga  Andy tak heran bila event nasional di NTB hanya mendapat sponsor dari dunia usaha luar. Seperti event Rinjani 100 K yang akan digelar oleh Pemprov NTB di Lombok  bulan Mei mendatang justru didukung oleh dunia usaha luar NTB. Karena dunia usaha di luar NTB bisa membaca peluang untuk promosi usaha. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here