Presiden Teken Keppres Maulana Syeikh Jadi Pahlawan Nasional

Mataram (Suara NTB) – Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) telah meneken atau menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) tentang penganugerahan pahlawan nasional kepada Almagfurullahu Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

Presiden Jokowi menerbitkan Keppres No. 115/TK/Tahun 2017 Tentang Penganugerahan Pahlawan Nasional, juga kepada tiga tokoh nasional lainnya.

‘’Sudah ditandatangani. Yang pasti hari ini Keppres itu sudah ditandatangani dan Maulana Syeikh ada nama beliau  di Keppres tentang penetapan gelar pahlawan itu,” kata Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH ketika dikopnfirmasi Suara NTB, Senin, 6 November 2017 sore.

Dalam Keppres tersebut, empat tokoh yang ditetapkan mendapat anugerah sebagai pahlawan nasional adalah, almarhum TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid dari NTB. Kemudian almarhumah Laksamana Malahayati dari Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau dan almarhum Prof. Drs. H. Lafran Pane dari Yogyakarta.

Khalik menyatakan, ditetapkannya Maulana Syeikh sebagai pahlawan nasional merupakan kesyukuran bagi masyarakat NTB. Masyarakat NTB patut bersyukur dengan ditetapkannya Maulana Syeikh sebagai tokoh pertama asal NTB yang mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Mantan Kepala Disosnakertrans Kota Mataram ini menambahkan, penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Maulana Syeikh  ini akan diterima oleh ahli waris. Yakni dua putri TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yaitu Ummi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid dan Ummi Hj. Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid.

Ahli waris sudah ada di Jakarta pada Selasa, 7 November 2017. Pasalnya, pada Rabu, 8 November 2017, ahli waris akan mendapatkan pembekalan dari Kementerian Sosial dan Sekretariat Militer. Penyerahan anugerah pahlawan nasional akan dilakukan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Kamis, 9 November 2017.

‘’Ke dua anak Maulana Syeikh akan hadir di sana. Dan pemerintah provinsi sudah mengusulkan dua nama itu untuk menerima di Istana Negara. Sedangkan Pak Gubernur diundang kapasitas sebagai Gubernur NTB beserta istri,’’ ucapnya.

Bagi Pemda, kata Khalik, anugerah gelar pahlawan nasional kepada Maulana Syeikh sebagai momentum untuk menggali lebih dalam tentang kiprah tokoh-tokoh NTB yang lainnya. Untuk selanjutnya dapat diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Sementara itu, dokumen-dokumen tentang Maulana Syeikh akan dikumpulkan kembali. Bisa saja dokumen mengenai Maulana Syeikh tersebeut disimpan di museum. Pemprov, katanya akan mendorong pihak keluarga untuk membentuk TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid Center. Sebagai wadah untuk mengkaji perjuangan Maulana Syeikh.

‘’Bahkan tanggal 10 November akan dilakukan pameran di Museum Negeri NTB tentang perjuangan Maulana Syeikh sesuai dokumen-dokumen yang kita miliki,’’ tandas Khalik. (nas)