Presiden Kirim 17 Truk Bantuan ke Bima, Evakuasi dan Penyelamatan Korban Jadi Fokus Gubernur

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah melepas pengiriman bantuan Presiden Jokowi untuk korban banjir Bima sebanyak 17 truk atau 13.000 paket sembako di depan Pendopo Gubernur, Kamis (8/4) malam. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) mengirimkan bantuan berupa sembako sebanyak 13.000 paket untuk korban banjir bandang di Kabupaten Bima. Pengiriman bantuan menggunakan 17 truk, dilepas langsung Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., dari Mataram menuju Bima, di depan Pendopo Gubernur, Kamis, 8 April 2021 malam.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., berterima kasih kepada Pemerintah Pusat khususnya Presiden Jokowi yang memberikan bantuan untuk korban banjir Bima tersebut. Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat Bima yang sedang mengalami musibah banjir bandang.

Iklan

“Terima kasih banyak kepada Pemerintah Republik Indonesia terutama Pak Jokowi. Karena berkat beliau, 17 truk (bantuan sembako) hari ini (Kamis malam) dari Mataram bertolak ke Bima untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Zainal Abidin, M. Si., melalui Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Ibrahim Kurniawan yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (9/4) kemarin mengatakan sebanyak 17 truk bantuan dari Presiden Jokowi tersebut berisi paket sembako. Jumlahnya secara keseluruhan sebanyak 13.000 paket sembako yang akan diberikan kepada masyarakat korban banjir bandang di Bima.

Untuk penanganan di masa tanggap darurat ini, kata Ibrahim, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan bantuan anggaran sebesar Rp500 juta lewat Dana Siap Pakai (DSP). BPBD NTB mencatat, sebanyak 47 desa pada delapan kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Bima.

“Untuk pengiriman tahap pertama  yang dikirimkan tadi malam, informasi dari kawan-kawan sudah diterima di posko bantuan banjir bandang di kantor Bupati Bima, ’’ ujarnya.  Ia mengatakan, pengiriman bantuan sembako dari Presiden Joko Widodo ke wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Bima dikawal langsung oleh tim keamanan dari aparat TNI, yakni Korem 162/WB melalui Danpomnya.

Hal ini dimaksudkan agar bantuan itu terhindar dari kemacetan dan keamanan selama pengirimannya. “Sengaja pengawalannya diperketat. Ini agar bantuan Pak Presiden itu bisa sampai hingga lokasi pengungsi,” kata Ibrahim.

Terkait isi bantuan dari Presiden sejumlah  13.000 paket sembako pada korban banjir bandang di Bima itu. Di antaranya, berisi minyak goreng, beras, biskuit dan teh. “Bantuan paket sembako ini sepenuhnya untuk menunjang para pengungsi,” ucap Ibrahim.

Menurut dia, hingga Jumat, 9 April 2021 pukul 12.00 Wita, situasi di wilayah Kabupaten Bima pascabanjir bandang mulai terpantau kondusif. Bahkan, Bupati Bima Indah Damayanti Putri telah menggerakkan jajaran ASN lingkup Pemkab Bima bersama TNI/Polri untuk mulai bergotong royong membersihkan sisa kotoran lumpur dan jerami akibat banjir bandang yang menutupi areal pemukiman dan fasilitas umum di berbagai wilayah di Bima.

‘’Memang air sempat naik di Madapangga tapi tidak seberapa. Intinya, situasi Bima secara umum mulai kondusif. Dan tadi pagi (kemarin) hingga siang, semua jajaran ASN dan TNI/Polri bersama-sama bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan jerami itu,’’ jelas Ibrahim.

Menyinggung soal dapur umum. Ia menyebutkan, sejumlah pihak mulai kalangan BUMN, Dinas Sosial hingga TNI sudah mendirikan dapur umum tersebut sehari setelah insiden banjir bandang yang melanda wilayah setempat .

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB,  Gede Putu Aryadi, S.Sos.M.H mengatakan, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah telah menginstruksikan BPBD Provinsi NTB, sejak bencana banjir bandang yang menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Bima untuk turun melakukan koordinasi lintas sektor dan membentuk Tim Komando Tanggap Darurat.

Selain itu, status tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Bima ditetapkan selama sebulan, mulai 2 April – 1 Mei 2021 berdasarkan SK No.131 Tahun 2021.

‘’Instruksi Pak Gubernur sudah juga ditindaklanjuti BPBD Provinsi NTB dengan telah melakukan koordinasi lintas sektor dan membentuk tim komando tanggap darurat. Kemudian, bersama stakeholders terkait melakukan evakuasi dan penyelamatan korban serta melakukan kaji cepat,’’ jelas Gede.

Data BPBD Provinsi NTB per Jumat, 9 April 2021 pukul 12.00 Wita menyebutkan, jumlah Kepala Keluarga terdampak banjir bandang di delapan kecamatan Kabupaten Bima mencapai 10.185 KK, meninggal dua orang. Sedangkan, jumlah jiwa terdampak sebanyak 29.182 jiwa yang tersebar di 47 desa di Kabupaten Bima. (nas/r)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional