Preman dan Makelar Buat Resah Wisatawan

Tanjung (suarantb.com) – Kenyamanan wisatawan yang singgah di Pelabuhan Bangsal Pemenang Lombok Utara diakui oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin sedikit terganggu. Ini disebabkan munculnya preman dan makelar yang cukup meresahkan.

“Sudah ada banyak keluhan dari wisatawan yang mengeluhkan situasi di bangsal ini. Terutama preman dan makelar,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Bangsal, Kamis, 1 Desember 2016.

Iklan

Keberadaan makelar ini, membuat wisatawan harus melewati beberapa pintu untuk bisa membeli tiket. “Disini banyak pintu yang dilewati baru bisa beli tiket. Baru naik ke fast boat seperti itulah,” katanya.

Penarikan harga tiket yang diberikan pada wisatawan juga diakui Sarifudin tidak sama dengan apa yang dilihat di luar. Tiketnya dijual dengan harga lebih mahal. Selisih harga yang diberikan bahkan bisa mencapai Rp 200 ribu.

Untuk menangani preman dan makelar ini tengah dilakukan identifikasi.

“Sekarang sedang kita identifikasi berapa jumlahnya, apa saja aktivitasnya, itu sedang kita himpun. Baru nanti kita undang mereka, kita ajak komunikasi baik-baik,” paparnya.

Mengenai jumlah preman dan makelar ini, Sarifudin mengaku belum mengetahui jumlah pasti. Namun, ia menduga preman dan makelar tersebut bukan hanya berasal dari KLU. Melainkan datang juga dari luar Lombok Utara. Dimana mereka yang semula bekerja sebagai pemandu wisata, turut terjun sebagai preman atau makelar.

“Setelah identifikasi, nanti jelas mana yang berasal atau berdomilisi KLU akan kita bina. Kalau memang dari luar kita minta buat identitas dulu,” tambahnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here