Prediksi Kriminalitas 2019, Kejahatan Konvensional Paling Rawan Terjadi

Kapolda NTB, Achmat Juri menyampaikan rangkuman kriminalitas sepanjang tahun 2018, Senin, 31 Desember 2018. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pencurian menjuarai kejahatan yang paling meresahkan sepanjang tahun 2018 lalu. Total 10 jenis kriminalitas terbagi dalam 3.805 kasus. Pengungkapan pencurian kendaraan bermotor paling buruk.

Demikian dicatat Polda NTB merefleksi pemetaan gangguan keamanan sepanjang tahun 2018, seperti dibeberkan Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri, Senin, 31 Desember 2018 lalu.

Iklan

“Tahun 2017 sebanyak 4.200 kasus dan tahun 2018 sebanyak 3.805 kasus. Mengalami penurunan,” ungkapnya dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda NTB.

Sejumlah kasus itu meliputi pencurian sepeda motor sebagai kasus yang paling sedikit diungkap dari total jumlah kasus, yakni terungkap 184 kasus dari total 1.499 penyelidikan kasus atau hanya 12 persen.

Kriminalitas pencurian dengan pemberatan 1.049 kasus. Yang mampu masuk meja penyidikan 374 kasus atau 36 persen.

Selanjutnya, pencurian dengan kekerasan sebanyak 274 kasus dan terungkap 91 kasus, atau setara 33 persen. Polda NTB juga mencatat 20 kasus pembunuhan sepanjang 2018, 12 kasus diantaranya dapat diungkap.

Kasus yang melebihi target yakni perjudian. Dari 101 kasus masuk penyelidikan, 123 diantaranya terungkap berdasarkan pengembangan dari sejumlah kasus. Persentasenya mencapai 121 persen.

Demikian juga dengan kasus pencurian kayu atau illegal logging. Dari 14 kasus yang ditangani, 12 kasus diantaranya dituntaskan atau setara 85,7 persen.

“Rata-rata tingkat penyelesaian kasus mencapai 59 persen. Ini yang ditangani Polda NTB dan Polres jajaran. Dari total kriminalitas sebanyak 8.484, diselesaikan 5.003 kasus,” kata Kapolda.

Sebanyak 608 pelaku kejahatan tersebut ditangkap. 68 pelaku diantaranya harus sampai diantar ke rumah sakit karena luka tembak.

Kasus pencurian cenderung banyak terjadi pada dini hari atau antara pukul 00.00 sampai pukul 03.00. Sementara kasus curanmor rawan terjadi siang sampai sore hari, antara pukul 12.00 sampai pukul 18.00.

“Dari anatomi pola waktu dan tempat, kasus pencurian dengan pencurian motor ini paling rawan terjadi di wilayah perumahan, selanjut pencurian dengan kekerasan rawan terjadi di jalan,” sebutnya.

Modus yang dipakai para pelaku pun masih tradisional, seperti mencongkel pintu jendela, atau merusak kunci kontak sepeda motor, dan dengan cara menghadang korban di jalan lalu diancam pakai senjata tajam.

Pihaknya memprediksi tahun 2019 juga akan didominasi jenis kejahatan serupa seperti kejahatan konvensional berupa pencurian, judi, penipuan, sengketa tanah, pembunuhan, dan pemalsuan.

Kemudian konflik sosial, ancaman terorisme, kejahatan transnasional seperti perdagangan manusia, imigran gelap, kejahatan siber. Serta kejahatan terhadap kekayaan negara seperti korupsi, penyelundupan, illegal logging, dan perusakan lingkungan.

“Tahun 2019 ini juga diprediksi ada peningkatan suhu politik dengan adanya manuver atau kegiatan peserta Pileg dan Pilpres, baik melalui media sosial, tim pemenangan, sampai simpatisan,” ucap Juri.

Upaya untuk mengatasinya, sambung dia, dengan meningkatkan peran serta masyarakat, meningkatkan kerjasama antarinstansi, deteksi dini intelijen, operasi terpadu, peran bhabinkamtibmas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Mari fokus pada pemikiran dan upaya konstruktif membangun NTB kembali untuk lebih baik,” tutup Kapolda. (why)