Prediksi Komposisi Wakil Rakyat di DPRD NTB

Ilustrasi Rapat Paripurna DPRD NTB (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Komposisi anggota DPRD Provinsi NTB hasil Pemilu 2019 diprediksi akan mengalami perombakan cukup besar. Pasalnya, dari hasil perolehan suara partai sementara, memperlihatkan lebih dari separuh jumlah wakil rakyat di Udayana yang akan terpilih didominasi oleh wajah baru. Diketahui sampai saat ini, terhitung baru 21 orang wajah lama yang diprediksi akan kembali duduk di periode berikutnya.

Dari data yang diolah Suara NTB, lima kursi wakil rakyat dari  Dapil I Kota Mataram akan diisi oleh, H. Ridwan Hidayat dari Partai Grindra, H. Muzihir dari PPP, Made Slamet dari PDIP, Misbach Mulyadi dari Golkar dan TGH. Ahmad Muchlis dari PKS. Dua Caleg petahana dari Dapil I gagal terpilih kembali, yakni H. Abdul Karim dan Lalu Darma Setiawan.

Iklan

Sementara dari Dapil II (Lobar-KLU)  memperlihatkan bahwa Gerindra dan Golkar berpotensi bakal meraih masing-masing dua kursi setelah mengantongi 73.350 suara. Caleg Gerindra yang diprediksi akan ke Udayana yakni Nauvar F. Farinduan dan Sudirsah Sujianto.

Perolehan suara ke dua diikuti Partai Golkar yang mengantongi 67.812 suara. Golkar diprediksi akan mengirim dua Caleg peraih suara terbanyak yakni Lalu Ahmad Ismail dan Umar Said. Keduanya memiliki suara pribadi melampaui angka 21 ribu.

‘’Kita tetap dua kursi, kursi pertama Golkar kemungkinan akan jatuh kepada Ismail, ke dua saya. Karena suara Ismail lebih tinggi sedikit dari saya,’’ kata Umar Said.

Posisi tiga ditempati oleh PKS yang berhasil mengantongi  43.391 suara. PKS nampaknya akan mengutus, TGH. Satriawan yang suaranya berhasil mengungguli perolehan suara Caleg petahana PKS, H. Pattimura Farhan. Posisi perolehan kursi selanjutnya diraih PDIP dengan 40.035 suara. Partai banteng moncong putih ini akan tetap mengutus Caleg petahana Raden Nuna Abriadi ke Udayana.

Selanjutnya, yang sudah memastikan diri memesan satu kursi yakni PAN. Dengan perolehan suara sebesar 38.843, PAN optimisi mengunci satu kursi. Namun demikian, Caleg yang berpeluang akan melenggang ke Udayana yakni Hasbullah Muis. Ia berhasil mengungguli Caleg petahana, M. Hadi Sulthon. Kursi selanjutnya menjadi milik Nasdem yang berhasil memperoleh dukungan sebesar 34.798 suara.

Caleg Nasdem yang berpeluang terpilih yakni Sekretaris DPW Nasdem NTB, Multazam.

Tiga kursi berikutnya masih bisa diamankan oleh PKB, Demokrat dan PBB. PKB akan mengirim H. Jumhur. Kemudian dari Demokrat sendiri yang mengantongi suara sebesar 30.597, masih dipertahankan oleh Caleg petahana, TGH. Mahalli Fikri. Begitu juga dengan PBB yang mengantongi suara urut terakhir yakni 22.140 suara, masih akan menjadi miliki Caleg petahana, H. Junaidi Arif.

Sedangkan di Dapil III (Lotim Utara), Parpol peserta Pemilu yang berpeluang untuk membagi habis sembilan jatah kursi di Dapil ini yakni, Partai Gerindra, Nasdem, PKS, PAN, Golkar, PKB, PPP, Berkarya dan PBB. Partai-partai itulah yang sementara ini perolehan suaranya masuk urutan sembilan besar di Dapil III.

Perolehan suara terbesar pertama diduduki oleh Partai Gerindra sebesar 55.476, suara. Machsun Ridwainy tampil mengalahkan Caleg petahana, Hamja. Suara terbesar kedua ditempati partai Nasdem yang memperoleh 53.140, suara, dengan Caleg suara tertinggi H. Khairul Rizal, ST, M.Kom, mengalahkan suara Caleg petahana Nasdem, Hj. Suryahartin.

Peraih suara terbesar ke tiga, ditempati oleh PKS yang memperoleh 42.040 suara, dengan Caleg peraih suara tertinggi masih dikuasai oleh Caleg petahana, H. Abdul Hadi yang juga merupakan Ketua DPW PKS NTB. Di bawah PKS, posisi perolehan suara ke empat ditempati PAN dengan suara sebesar 38.158 suara. Caleg petahana PAN, Saefudin Zohri masih mengungguli perolehan suara di PAN.

Partai Golkar sebagai partai pemenang Pemilu 2014, hanya mampu mengumpulkan suara sebanyak 33.404. Sehingga menempatkan Golkar pada posisi urut ke lima, dengan Caleg petahana yang juga Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda masih memimpin perolehan suara Caleg  partai  beringin ini.

Posisi urut enam perolehan suara ditempati PKB yang berhasil mendulang suara sebesar 36.253. PKB diprediksi akan mengutus Abdul Wahid sebagai Caleg peraih suara terbanyak. Kemudian disusul oleh PPP yang memiliki suara sebesar 32.611, sehingga menepati urutan tujuh besar. Sementara kursi wakil rakyat masih menjadi milik Caleg petahana, TGH. Hazmi Hamzar sebagai peraih suara terbanyak.

Posisi delapan besar perolehan suara di Dapil III ini dikunci oleh partai pendatang baru yakni Partai Berkarya yang berhasil mengumpulkan suara sebesar 26.921, dengan menjagokan H. Jalaluddin sebagai peraih suara terbanyak. Berkarya mampu mengungguli prolehan suara partai besar lainnya, seperti PDIP, Demokrat, dan Hanura.

Kursi terakhir sepertinya akan dikunci oleh PBB setelah berhasil mengumpulkan suara sebesar 26.021. PBB akan mengutus Caleg petahana Edwin Hadiwijaya untuk kembali ke Udayana setelah memastikan diri sebagai peraih suara terbanyak di PBB.

Di Dapil IV Lotim selatan, enam kursi wakil rakyat sudah dipesan oleh Golkar yang akan mengutus Mau’ud Adam. Kemudian Demokrat yang mengirim R. Rahadian Sujono, kemudian PKB, tetap mengutus Makmun. Selanjutnya Gerindra yang mengutus Khairul Warisin, kemudian PAN yang mengutus TGH. Najamuddin Mustofa dan Terakhir Nasdem yang mengutus Bohari Muslim.

Kemudian di Dapil V (Sumbawa-KSB) delapan kursi diperkirakan akan menjadi milik PDIP yang akan mengutus Lalu Budi. Kemudian, Golkar tetap mengutus Caleg petahana H. Busrah Hasan, kemudian di PAN, tampil mengungguli Caleg petahana, M. Natsir. Disusul PPP yang akan mengirim Rusli Manawari, Nasdem akan mengutus Saat Abdullah. Gerindra tetap akan mengutus Caleg petahana, Abdul Talib. Kemudian disusul Demokrat, Ismail Kariyadi dan PKS, diisi oleh Caleg Sembirang Ahmadi.

‘’Itu partai-partai dan Caleg yang akan dapat termasuk saya, kemarin dapat di kursi terakhir, dengan suara 11 ribu lebih,’’ kata Busrah Hasan yang dikonfirmasi Suara NTB.

Sedangkan dari Dapil VI (Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu) Partai Demokrat mengugguli perolehan suara sebanyak 64.858 suara. Demokrat berpeluang akan meraih dua kursi yang kemungkinan diisi oleh H. A. Rahman H. Abidin dan Abdul Rauf.

Kemudian, suara terbesar kedua ditempati Partai Gerindra dengan dukungan sebesar 55.932 suara. Gerindra kemungkinan akan mengutus Mori Hanafi. Kemudian PAN, dengan suara 51.472 dan berturut-turut PPP dengan dukungan 43.555 suara. Kemudian disusul Nasdem 37.950 suara. Sementara itu Partai Golkar perolehan suara menurun yang mengantongi 37.868 suara yang kemungkinan akan mengirim H. Abdul Hafid.

PKB memastikan diri memesan satu kursi setelah mengantongi suara sebesar 35.043 suara sehingga menepatkan delapan besar. Yang kemungkinan akan mengirim Akhmad Akhdiasyah yang mengantongi suara sebesar 10.540 suara.

Adapun partai lainnya yang meraih kursi di Dapil VI yakni PKS, 37.248 suara. PKB, 35.043 suara. Hanura, 29.555 suara. Berkarya, 21. 144 suara. Sampai saat ini, proses rekapitulasi di Bima masih berlangsung dinamis, sehingga perolehan suara Caleg juga masih saling kejar-kejaran. Karena itu, Caleg yang akan berpeluang terpilih juga masih dinamis, kecuali sejumlah nama yang sudah mengantongi suara sangat tinggi sudah bisa memastikan diri aman.

Adapun perolehan suara sementara dari Dapil VII (Loteng Utara) pertama ditempati Golkar 50.466 suara yang akan mengutus dua orang yakni Ahmad Fuad dan Lalu Satriawandi. Kemudian Gerindra  43.434 suara akan mengutus Lalu Wirajaya.  Demokrat dengan 31.087 suara, akan mengutus M. Rais Ishaq. Kemudian PKS dengan 23.014 suara, tetap akan mengutus Yek Agil. Selanjutnya, PPP dengan 21.643 suara, akan mengutus M. Akri. PKB yang diperkirakan meraih 16.900 suara, akan mengutus Lalu Hadrian Irfani.

Sementara itu, untuk Dapil VIII (Loteng Selatan) sampai dengan saat ini perolehan suara masih berlangsung dinamis karena proses perhitungan di beberapa kecamatan di Dapil ini masih berlangsung. (ndi)