Prediksi Ekonomi NTB Tumbuh Positif, Kemiskinan akan Turun

H. Amry Rakhman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB memprediksi pertumbuhan ekonomi NTB selama 2020 akan tumbuh positif sebesar 2 – 2,5 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, maka kemiskinan diyakini akan mampu diturunkan sebesar 0,33 persen atau menjadi 13,64 persen di akhir 2020.

‘’Hasil analisis kita, pada saat seperti ini (pandemi Covid-19) di 2020, laju pertumbuhan ekonomi kita itu pada angka 2-2,5 persen, tidak minus. Karena aktivitas ekonomi ada,’’ ujar Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, akhir pekan kemarin.

Iklan

Ia mengatakan berdasarkan rilis BPS, angka kemiskinan di NTB pada Maret 2020 sebesar 13,97 persen. Persentase kemiskinan pada Maret 2020 meningkat dibandingkan pada September 2019 yang mencapai 13,88 persen. Terjadi peningkatan angka kemiskinan sebesar 0,09 persen.

Jika yang mempengaruhi peningkatan angka kemiskinan adalah aktivitas ekonomi selama enam bulan terakhir. Kemudian pada enam bulan berikutnya, Pemprov melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi, maka angka kemiskinan pada akhir 2020 diperkirakan akan turun.

‘’Dengan asumsi bahwa enam  bulan bisa kita benahi perekonomian kita melalui pemberdayaan UMKM dan IKM lewat program JPS Gemilang. Program JPS Gemilang  itu juga punya pengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga. Karena kita subsidi (berikan JPS dan stimulus ekonomi) maka di akhir 2020 kita estimasi kemiskinan kita itu 13,64 persen atau turun 0,33 persen,’’ ujarnya.

Jika dalam tiga atau empat bulan terakhir, perekonomian NTB bisa membaik dengan pemberdayaan UMKM dan IKM serta pemberian JPS Gemilang. Kemudian optimalisasi belanja APBD, maka ekonomi di NTB akan bergerak.

Apalagi sekarang, aktivitas ekonomi sudah mulai berjalan. Seperti pertokoan, pasar, mal dan lainnya sudah mulai berjalan seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tahun-tahun berikutnya, laju pertumbuhan ekonomi NTB diperkirakan 3- 4 persen.

Dengan perkiraan laju perumbuhan ekonomi NTB yang kembali ke kondisi normal sebesar 3 – 4 persen, maka tahun 2021, angka kemiskinan ditergetkan turun menjadi 12,98 persen atau turun sebesar 0,66 persen. Selanjutnya, pada 2022, kemiskinan di NTB ditargetkan turun menjadi 11,98 persen dan akhir 2023, turun menjadi 10,73 persen.

‘’Intinya sekarang dengan aktivitas ekonomi kita sampai akhir 2020. Diestimasikan (angka kemiskinan)  turun menjadi 13,64 persen. Ini  sebagai dasar untuk 2021, ditargetkan turun sebesar 0,66 persen. Dengan penurunan itu pada akhir tahun 2023 (angka kemiskinan) bisa menjadi 10,73 persen,’’ katanya. (nas)