Praperadilan H. Muhir, Jaksa Tambah Bukti Surat

Hakim tunggal praperadilan H. Muhir, Gede Sunarjana memeriksa bukti saksi dan surat yang dihadirkan pemohon dan termohon dalam sidang Rabu, 10 Oktober 2018 di Pengadilan Negeri Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pengadilan Negeri Mataram melanjutkan pemeriksaan bukti dan saksi permohonan praperadilan H. Muhir. Jaksa tanpa mengajukan bukti saksi. Melainkan menyerahkan bukti surat tambahan mengenai penetapan sidang perdana materi pokok perkara.

Kejari Mataram sebagai pihak termohon diwakili Anak Agung Gde Putra menyerahkan tambahan sembilan bukti surat. Dari sebelumnya 20 bukti surat.

Iklan

“Tidak ada mengajukan bukti saksi. Jadi ada 29 bukti surat yang kita serahkan ke hakim,” kata Putra ditemui usai persidangan yang dipimpin hakim tunggal, Gede Sunarjana, Rabu, 10 Oktober 2018.

Tambahan bukti surat itu antara lain, berita acara pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Isinya memuat surat dakwaan atas nama H. Muhir dalam kasus pemerasan fee proyek rehabilitasi pascagempa SD/SMP Kota Mataram 2018. Kemudian ada pula berkas penetapan pengadilan mengenai sidang perdana.

Sementara dari pihak pemohon, Burhanudin mengajukan bukti empat orang saksi. Tiga orang saksi fakta dan satu saksi ahli hukum acara dari Universitas Mataram, Prof Amirudin.

Tiga saksi menjelaskan kronologis operasi tangkap tangan H. Muhir pada Jumat, 14 September 2018. “Intinya menjelaskan pada saat penggeledahan, tidak ada bukti uang pada klien kami,” ujarnya.

Pihaknya juga memutar video rekaman proses penangkapan yang diunduhnya dari kanal Youtube. “Di video itu uang ada pada Totok,” bebernya.

Dalam operasi tangkap tangan, jaksa menangkap basah tiga orang sedang transaksi uang tunai Rp30 juta.

Mereka antara lain, Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Sudenom, dan stafnya, Tjatur Totok Hadianto.

Usai memeriksa saksi dan bukti surat, hakim kemudian menunda sidang untuk kembali dilanjutkan hari ini.

Agendanya kesimpulan pihak pemohon dan termohon. Sebelum pada Jumat (12/10) esok hakim akan membacakan putusannya. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional