PPP NTB Kubu Djan Faridz Optimis Bisa Ikuti Pilkada 2018

Mataram (suarantb.com) – DPW PPP NTB kubu Djan Faridz yang saat ini dipimpin H. Muhammad, SH tetap optimis bisa mengikuti Pilkada 2018. Hal itu tidak lepas dari putusan PTUN yang membatalkan SK Kemenkum HAM tentang Pengesahan Susunan Personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Masa Bakti 2016-2021. SK itu merupakan surat keputusan Menkum HAM untuk mengesahkan kepengurusan PPP yang dipimpin Romahurmuziy sebagai Ketua Umum.

“Kita optimis ikut Pilkada. Karena pilkada kan pertengahan 2017. Kasus kami akan tuntas sebelum Pilkada dimulai. Anggap saja mereka banding dan kasasi. Selain itu MA juga akan memprioritaskan kasus ini. Contoh pengadilan Tata Usaha ini, sebentar kan. Apalagi banding hanya periksa berkas, apalagi kasasi. Yakin PPP bisa ikut Pilkada,” ujarnya, Selasa, 13 Desember 2016.

Iklan

Sementara, untuk pelaksanaan  musyawarah cabang (Muscab), lanjut Muhammad saat ini sudah menyusun jadwal. Ia mengatakan Muscab untuk DPC PPP 10 kabupaten/kota yang ada di NTB akan rampung pada akhir Desember ini. Dan pada tahun 2017 semua sudah mulai bekerja.

Terkait dengan komunikasi politik dengan parpol lain untuk Pilkada 2018? Muhammad menyampaikan sebagai Ketua DPW PPP NTB, dirinya  belum melakukan komunikasi politik apa pun terkait hal tersebut, baik dengan parpol maupun figur.

Sikap tersebut diambil Muhammad tidak lepas dari kondisi dualisme yang sedang dialami PPP saat ini. Ia tidak ingin memberikan harapan kosong bagi parpol maupun figur pada Pilkada NTB 2018 nanti. Karena bagaimanapun juga, kondisi dualisme PPP saat ini menegaskan hal tersebut.

“Saya malu melakukan komunikasi politik. Saya sadar. Selain itu saya ini punya prinsip kalau nama ini sudah busuk tidak ada lagi artinya sebagai manusia. Yang paling mahal ini adalah nama baik dan kepercayaan orang. Kalau sudah ada putusan Menkumham, kita sudah kuat, PPP sudah satu, ayo,” ujarnya.

  Evaluasi Total, Ribuan Guru Honorer Kumpulkan Berkas

Mantan pimpinan DPRD NTB ini  meminta  figur ataupun parpol yang ada di NTB agar berhati-hati membuat komitmen politik dengan PPP. Karena kondisi dualisme PPP saat ini rentan membuat parpol atau figur yang membuat komitmen politik dengan PPP kecewa.
“Silahkan calon mendekat ke parpol manapun tapi hati-hati ke PPP. Jangan sampai jadi korban pada 2018 nanti,” pungkasnya. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here