PPP Gerakkan Mesin Partai Menangkan Nur-Salam

Rusli Manawari. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – DPC PPP Kabupaten Sumbawa langsung bergerak mengkonsolidasikan kekuatan mesin politiknya untuk pemenangan bakal pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Nurdin Ranggabarani-Burhanuddin Jafar Salam (Nur-Salam) di Pilkada Sumbawa 2020. “Kita sedang konsolidasikan kekuatan mesin politik partai di semua tingkatkan, mulai dari PAC, sampai anak ranting. Saya sendiri akan total memimpin PPP memenangkan pasangan Nur-Salam,” ucap Ketua DPC PPP Kabupaten Sumbawa, Rusli Manawari kepada Suara NTB, Kamis, 17 September 2020.

Pihaknya sudah menginstruksikan kepada jajaran partainya untuk terus turun ke akar rumput menggelar pertemuan-pertemuan dengan masyarakat dalam rangka mensosialisasikan pasangan Nur-Salam. Tidak ada kata lelah dalam berjuang, sampai Nur-Salam memenangkan Pilkada Sumbawa 9 Desember 2020 mendatang.

Iklan

“Kita terus melakukan pertemuan-pertemuan setiap hari, walaupun itu skalanya kecil, tapi kita akan sentuh setiap desa dan dusun, pagi siang malam kita turun terus. Kita berkomitmen berjuang sampai titik akhirnya, tidak akan berhenti sampai Nur-Salam menang,” tegas anggota DPRD Provinsi NTB ini.

Selain struktur partai, PPP Sumbawa juga mengkonsolidasikan kekuatan mesin sayap partai seperti kalangan milenial PPP, dan gerakan wanita PPP. Semua potensi akan dioptimalkan untuk menghimpun dukungan rakyat kepada Nur-Salam. “Milenial PPP dan emak-emak PPP juga kita gerakkan dan ini sudah masif,” ujar Wakil Ketua tim pemenangan Nur-Salam ini.

Dikatakan Manawari, bahwa konstelasi politik persaingan antar kandidat bapaslon di Pilkada Sumbawa kali ini cukup dinamis dan kompetitif. Tidak ada bapaslon yang mendominasi, tetapi kelima kandidat memiliki kekuatan yang cukup seimbang. Oleh karena itu, semua bapaslon sama-sama punya peluang untuk menang.

“Kelima paket ini semua berpeluang, karena kita semua cari suara sedikit untuk menang, jadi ndak ada yang begitu berat dan ndak ada yang begitu ringan. Jumlah DPT Sumbawa itu 300 ribuan, kalau erornya 30 persen maka kalau dibagi lima calon itu sama-sama 60 ribu. Karena itu  semua kita waspadai, semua calon ini berbahaya,” pungkasnya. (ndi)