PPP dan PDIP Jajaki Koalisi “Hijau Merah”

Mataram (suarantb.com) – Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018  masih dua tahun lagi. Kendati demikian, beberapa partai politik sudah mulai terlihat membangun komunikasi untuk  menyiapkan bakal calon yang akan diusung dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Dua partai politik yang cukup besar di NTB, PDI Perjuangan (PDIP) dan PPP telah membuka komunikasi untuk merumuskan siapa yang paling layak maju dalam Pilgub 2018 mendatang.

Iklan

Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah dikonfirmasi mengakui pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, SH. Bahkan, ia menyebut, kedua belah pihak kemungkinan akan mengusung koalisi yang akan dinamakan Koalisi Hijau Merah.

“Kami sudah membicarakan diawal untuk ditindaklanjuti sebagai koalisi Hijau Merah,” ujarnya, Jumat, 2 September 2016.

Wartiah juga mengatakan, untuk membangun kekuatan bersama dalam bingkai koalisi Hijau Merah tersebut sudah mendapatkan tanda-tanda akan terwujud. Ke depan, ia juga akan melakukan pembicaraan lanjutan dengan Ketua DPD PDIP NTB tersebut.

“Sudah membicarakan diawal untuk nanti akan kita tindak lanjuti kemungkinan koalisi Merah Hijau. Setelahnya juga akan ada pertemuan khusus dengan DPD PDIP untuk mencari siapa yang pantas menggantikan TGB (tuan Guru Bajang),” katanya.

Terkait figur yang akan diusung oleh masing-masing Parpol terang Wartiah, sejauh ini, baik PPP maupun PDIP baru sampai pada tatanan membicarakan kemungkinan membangun koalisi. Ketua fraksi PPP DPRD NTB ini menjelaskan, setelah pembicaraan awal, juga akan dilakukan pembicaraan lanjutan.

Nantinya kedua belah pihak akan kembali bertemu untuk lebih mengerucutkan siapa figur yang pantas menggantikan TGB ke depan. Sejauh ini, kata Ketua Komisi V DPRD NTB ini, nama figur yang banyak beredar untuk diusung oleh PDIP adalah Lalu Rudi Irham Srigede, sedangkan nama Nurdin Ranggabarani, merupakan figur kuat yang dimiliki oleh PPP.

  Amin : Pilkada NTB akan Semakin Seru

“Mungkin bisa Rudi-Nurdin. Kita tidak tahu. Politik itu kan seni segala kemungkinan,” katanya.

Kendati demikian, kata Wartiah, sampai sejauh ini, PPP belum membuat keputusan terkait figur yang akan diusung untuk Pilgub 2018 mendatang. Pihaknya masih melakukan pemantauan, guna mengkaji siapa figur terbaik yang nantinya mendapat dukungan partai berlambang Ka’bah ini.

Terkait beberapa nama figur yang sudah mulai beredar di masyarakat. Menurut Wartiah, fenomena tersebut juga tak lepas dari perhatian partainya.  Menurutnya, hal tersebut menjadi penting sebagai salah  satu sumber dalam mengambil keputusan, siapa figur yang akan diusung nantinya.

“Sudah saya bilang. Politik itu adalah seni segala kemungkinan. Seni segala kemungkinan. Kita baru mencoba membicarakan peluang bersama dengan menyamakan persepsi, selanjutnya nanti, kita ndak tahu,” katanya.

Seperti diketahui Politisi PPP,  Nurdin Ranggabarani sudah mempertemukan Ketua DPW PPP NTB tersebut dengan Ketua DPD PDIP guna membicarakan koalisi yang dinamakan Koalisi Hijau-Merah.“Kita akan mengulang koalisi Mega-Hamzah. Semoga saja. Siapa yang jadi Mega siapa yang jadi Hamzah, nanti kita lihat,” katanya. (ast)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here