PPKM Level II, Prokes saat PTM Tidak Boleh Kendur

Orang tua murid saat menunggu anaknya pulang sekolah. Baik murid maupun orang tua saat menjemput tetap menggunakan masker. (Suara NTB/ham)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat telah menetapkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mataram turun menjadi level II. Meski demikian, protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah-sekolah tidak boleh kendur.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Mataram, Drs. H.L. Kaharudin pada Jumat, 24 September 2021 mengatakan, Mataram masuk PPPKM level II sangat disyukuri berkat ketaatan semua warga Kota Mataram yang selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. PTM juga menunjukkan peningkatan minat belajar dan kedisiplinan anak-anak, terutama penggunaan prokes di bawah pemantauan guru selama di sekolah.

Iklan

Ia menyarankan, agar sekolah harus tetap konsisten dalam melaksanakan pembelajaran dan tidak boleh kendur dalam memonitor siswa. “Termasuk siswa yang diantar maupun saat dijemput, intinya bahwa karena kita taat dengan aturan protokol kesehatan, maka kemungkinan akan ke level 1 dan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dengan persentase siswa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, M.Pd., mengatakan, pihaknya tetap mengikuti aturan kementerian untuk PTM terbatas. PTM saat ini masih mengacu surat edaran nomor 423.5 / 0369 /Disdik.C1/VIII/2021. Kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas dan terkontrol di satuan pendidikan dapat dilaksanakan dengan pengaturan untuk SD/SMP reguler jumlah peserta didik yang dapat dihadirkan di sekolah maksimal 50% dari kapasitas ruang kelas.

Sementara untuk satuan pendidikan jenjang PAUD, jumlah peserta didik yang dapat dihadirkan di sekolah maksimal 33% dari kapasitas ruang kelas dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas.

“Jadwal dan durasi waktu pembelajaran ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing. Jika ada warga satuan pendidikan yang sakit atau daya tahan tubuh lemah atau menurun atau dengan alasan dan pertimbangan tertentu dari orang tua/wali peserta didik tidak boleh beraktivitas di sekolah disarankan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah,” jelas Fatwir.

Pantauan Suara NTB di beberapa sekolah di Kota Mataram, Jumat (24/9), penerapan prokes di sekolah masih tetap dipertahankan. Seperti di SDN 33 Mataram, orang tua murid hanya mengantar anaknya sampai depan gerbang sekolah. Di pintu gerbang sekolah tertulis, kawasan bebas masker. Artinya, siapapun yang masuk di kawasan sekolah itu harus menggunakan masker. Terutama pada siswa maupun tenaga pendidik dan kependidikan.

Begitu juga di SDN 10 Mataram. Murid yang baru datang tetap diukur suhu tubuhnya. Begitu juga sebelum masuk kelas, murid disuruh mencuci tangan, sehingga  penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Saat pulang, orang tua murid menunggu di luar gerbang dan begitu anaknya keluar lingkungan sekolah langsung pulanng. (ron/ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional