PPKM Level 4 Kota Mataram, Gubernur Izinkan PKL Buka hingga Pukul 21.00 Wita

Satpol PP NTB memberikan sembako dan menyerap aspirasi PKL di Kota Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengatakan pedagang kaki lima (PKL) bisa buka sampai jam 21.00 Wita selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Sementara untuk layanan take away, PKL bisa melayani hingga jam 22.00 Wita.

Pelonggaran ini bertujuan untuk menggerakkan perekonomian usaha kecil menengah yang ada di Kota Mataram. ‘’Karena ini yang ditunggu, ingin didengar. Jadi diperbolehkan untuk buka sampai pukul 21.00 Wita (jam 9 malam,’’ kata Gubernur usai rapat koordinasi evaluasi penanganan Covid-19 di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Kamis, 22 Juli 2021.

Iklan

Gubernur menjelaskan nantinya hal itu akan diatur dalam surat edaran yang akan segera dikeluarkan. ‘’Nanti surat edarannya bunyinya begitu (buka sampai jam 21.00 Wita (9 malam). Tetapi kalau untuk yang take away, bisa sampai jam 22.00 Wita (10 malam,’’ terangnya.

Berdasarkan arahan dari Presiden Jokowi, menyelamatkan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Tetapi di sisi yang lain, juga harus menjaga ekonomi masyarakat tetap berjalan.

‘’Jangan sampai roda perekonomian masyarakat mati selama masa PPKM, terutama ekonomi masyarakat kecil agar tidak terganggu. Untuk itu, mudah-mudahan  prokes Covid-19 dapat ditingkatkan lagi,’’ harap Gubernur.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov NTB selama penerapan PPKM adalah memberikan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bukan hanya berupa uang tunai. Tetapi akan diberikan tunjangan beras yang diambil dari para petani lokal NTB.

Dengan harapan harga yang tak diserap oleh Bulog dapat diserap oleh pedagang-pedagang kecil dan disalurkan kepada seluruh ASN lingkup Provinsi NTB. Dengan langkah seperti itu diharapkan dapat menyelamatkan ekonomi masyarakat terutama para petani lokal.

Tunjangan beras bagi ASN Pemprov NTB direncanakan akan mulai 1 Agustus mendatang. Gubernur mengajak seluruh Bupati/Walikota  se-NTB untuk menyerap gabah petani melalui pemberdayaan UMKM  lokal untuk beras kemasan yang dibeli oleh masing-masing ASN di setiap kabupaten/kota.

“Sehingga pemberdayaan UMKM lokal di NTB dapat kita pertahankan meski kita sedang berjuang melawan penyebaran Covid-19,” pinta Gubernur.

Terpisah, Kepala Satpol PP NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si., mengatakan pada Rabu, 21 Juli 2021, pihaknya turun menyerap aspirasi dari PKL dan ojek online (Ojol) di Kota Mataram. Sembari membagi sembako sebanyak 150 paket kepada para PKL.

‘’Mereka seluruhnya berharap perpanjangan waktu buka usaha kuliner dan dibolehkannya layanan take away setidaknya hingga pukul  24.00 Wita,’’ kata Tri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah  mengeluarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) No. 23 Tahun 2021. Dalam Inmendagri No.23 Tahun 2021 tersebut, Kota Mataram menjadi daerah yang diterapkan PPKM Level 4.

Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., mengatakan PPKM Level 4, perlakuannya sama dengan saat penerapan PPKM Darurat di Kota Mataram pada 12 – 20 Juli 2021. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional