PPKM Level 3, Pelaku Perjalanan Gunakan Pesawat Masuk NTB Wajib PCR

Hj. Sitti Rohmi Djalilah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – NTB kembali masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) seminggu terakhir. Sehingga, pelaku perjalanan yang menggunakan pesawat atau transportasi udara ke NTB wajib melakukan tes PCR.

‘’Itu karena level 3. Yang menentukan wajib PCR dan tidak itu pusat. Jadi bukan kita, tapi pusat yang menentukan,’’ kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dikonfirmasi usai Anev Penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur, Senin, 25 Oktober 2021.

Iklan

Meskipun masuk ke NTB wajib PCR, kata Wagub, ada pesan moralnya. Karena dalam waktu dekat NTB akan menggelar event internasional balap motor Asia Talent Cup (ATC) dan World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika International Street Circuit, November mendatang.

Dengan adanya event tersebut mengundang minat banyak orang berkunjung ke NTB. Dengan mewajibkan penumpang pesawat menunjukkan hasil tes PCR, orang yang masuk ke NTB akan terfilter.

‘’Karena pusat juga nggak mau kalau kita dengan kondisi pandemi Covid yang sangat membaik ini, kemudian kecolongan, kembali lagi pada hal-hal yang tidak kita inginkan ke depan,’’ jelas Wagub.

Wagub mengatakan pandemi Covid-19 belum usai. Walaupun kondisi pandemi Covid-19 di NTB sudah semakin membaik. Tetapi perlu kewaspadaan agar kasus tidak kembali meningkat.

Ditanya apakah kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke NTB jelang WSBK. Rohmi menjelaskan Pemda bersama TNI/Polri sedang berusaha agar level PPKM NTB kembali turun ke level 1.

Sehingga vaksinasi terus dipercepat terutama untuk lansia dan pelajar. Karena dari sisi penanganan Covid-19, kondisi di NTB sudah cukup membaik.

Hingga Minggu, 24 Oktober 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 di NTB, masing-masing untuk dosis 1 sebanyak 2.201.029 (56,28 persen). Dosis 2 sebanyak  900.807 (23,03 persen) dan dosis 3 (nakes) sebanyak 20.244 (73,25 persen).

Aturan tentang kewajiban tes PCR bagi pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi udara tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan, yaitu SE No. 88 Tahun 202 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Syarat perjalanan dalam negeri menggunakan pesawat untuk penerbangan dari atau ke bandara udara di Pulau Jawa dan Pulau Bali, antar kota di Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta daerah yang ditetapkan sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama, dan surat keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk penerbangan dari dan ke bandar udara di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagi daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan PPKM Level 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Kewajiban untuk menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun dan pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin. Dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dari RS pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum atau tidak dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun wajib didampingi oleh orang tua atau keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK), serta memenuhi persyaratan tes Covid-19 sebagaimana telah dijelaskan di atas. Kemudian, mengisi e-HAC Indonesia pada bandar udara keberangkatan untuk ditunjukkan pada petugas kesehatan pada bandar udara tujuan atau kedatangan.

Persyarakatan tes Covid-19 dikecualikan bagi penerbangan angkutan udara perintis, dan penerbangan angkutan udara di daerah 3T, yaitu tertinggal, terdepan dan terluar. Dalam hal surat keterangan PCR atau rapid test antigen menyatakan hasil negatif namun penumpang menunjukkan gejala indikasi Covid-19, maka penumpang dilarang melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Selain itu, pelaku perjalanan udara juga harus bertanggung jawab atas kesehatannya dengan menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M. Memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer. (nas/rak)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional