PPKM Darurat Kota Mataram, Polda NTB Usut Kasus Protes Anggota Dewan di Pos Penyekatan

Hari Brata. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB membuka penyelidikan buntut insiden kegaduhan oknum anggota DPRD Provinsi NTB Najamudin Mustofa, Kamis, 15 Juli 2021. Penyelidikannya pada indikasi pidana UU Kekarantinaan Kesehatan. Selain Najamudin Mustofa, juga petugas kepolisian akan dimintai keterangan.

Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol. Hari Brata telah mengirim undangan klarifikasi berkaitan dengan insiden di Jalan Raya Mataram-Sikur, Gerimak, Narmada, Lombok Barat tersebut.

Iklan

“Kita selidiki unsur pidananya. Kasusnya masih dalam penyelidikan, kalau ada pidananya kita proses,’’ ujarnya dikonfirmasi Jumat, 16 Juli 2021.

Pendalamannya pada uraian peristiwa kejadian pada Kamis lalu. Selanjutnya, upaya petugas di lapangan, dan perbuatan Najamudin. Dalam rangka mencari unsur pidana dalam delik UU RI No6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

‘’Petugas dan anggota dewan yang bersangkutan kita akan klarifikasi. Petugas di lapangan juga. Pada intinya ini masih penyelidikan,’’ jelas Hari.

Terpisah, Najamudin Mustofa mengaku siap mengikuti proses hukum tersebut. “Saya senang karena polisi menjalankan tugasnya untuk tabayyun langsung kepada orangnya. Saya akan jelaskan,” kata dia melalui sambungan telepon.

Dia mengaku dirinya saat itu sedang menjalankan tugasnya sesuai amanat undang-undang. Sama seperti petugas lapangan yang memintanya untuk putar balik karena tidak memiliki kartu vaksin Covid-19.  Najamudin sebenarnya sudah mendapat jadwal vaksinasi. Tapi tertunda karena alasan kesehatan.

‘’Jadi tidak ada niat saya untuk melawan hukum atau melawan petugas. Tetapi itu muncul spontan dari saya, tidak direncanakan. Saya sebagai anggota DPRD harus memikul tanggung jawab rakyat yang sudah diberikan kepada saya. Jadi tidak mungkin saya balik ke Timur lagi,’’ ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Najamudin Mustofa terlibat kegaduhan di Pos Penyekatan PPKM Darurat Kota Mataram di Gerimak, Narmada, Lombok Barat. Saat itu dia hendak menjalankan tugas kedewanan ke Mataram dari Lombok Timur. Dalam rekaman video, memperlihatkan Najamuddin bersama sopirnya mengendarai roda empat warna hitam dan berhadapan langsung dengan petugas pos penyekatan. Perdebatannya diduga akibat Najamuddin tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 kepada petugas.

Hal itu pun membuatnya tidak boleh masuk Kota Mataram dan mengharuskan dia putar balik arah kendaraan. Najamuddin sempat meminta kepada petugas untuk segera divaksin di tempat. Namun petugas terlihat kebingungan karena tidak tersedia fasilitas vaksinasi di pos penyekatan. Petugas pun menyarankannya untuk dilakukan tes cepat antigen di tempat. Najamudin bersama sopirnya terlihat bersedia. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional