PPKM Darurat Berakhir, Pengetatan Tetap Dilakukan

I Nyoman Suwandiasa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Kota Mataram secara resmi berakhir pada 20 Juli 2021. Kendati demikian, pengetatan dan penyekatan yang dilakukan bagi masyarakat yang beraktivitas dan akan memasuki Kota Mataram akan terus dilakukan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa menerangkan sampai saat ini pihaknya belum menerima instruksi dari Satgas Covid-19 Nasional terkait perpanjangan PPKM darurat. “Belum ada pernyataan resmi dari Bapak Presiden terkait itu, jadi kita menunggu,” ujarnya saat dihubungi Suara NTB, Selasa, 20 Juli 2021.

Iklan

Menurut Nyoman, walaupun PPKM darurat secara resmi berakhir pembatasan mobilitas masyarakat di Kota Mataram tetap dibutuhkan. Terlebih penyebaran Covid-19 di Kota Mataram sampai saat ini masih terjadi.

Sampai dengan 19 Juli 2021 Satgas Covid-19 Provinsi NTB mencatat total konfirmasi positif di Kota Mataram mencapai 5.016 kasus. Rinciannya, 4.115 orang pasien dinyatakan sembuh, 171 orang meninggal, dan 730 orang masih menjalani perawatan.

“Karena itu pembatasan tetap kita berlakukan. Sepertinya akan ada pengubahan grade saja, dari PPKM darurat disesuaikan dengan PPKM level 1-4,” jelas Nyoman.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyebut pengetatan yang diberlakukan akan tetap dijalankan meskipun PPKM darurat telah selesai. “Karena memang khusus di penyekatan ini (dibutuhkan karena) ada warga luar kota mataram terkonfirmasi di Kota Mataram,” ujarnya saat memberikan keterangan, Jumat, 18 Juli 2021.

Menyikapi hal tersebut, Mohan mengharapkan adanya sinergitas antara pemerintah daerah, terutama yang berbatasan dengan Kota Mataram. Antara lain untuk mengerahkan sumber daya bersama dalam menangani penyebaran Covid-19, termasuk untuk perawatan pasien.

“Kita perlu sama-sama memperhatikan, bagaimana mobilitas ini bisa ditekan, dan data (penambahan kasus) terkonfirmasi dengan baik. Itu penting, supaya jelas data masyarakat kita yang terkonfirmasi positif yang selama ini menjadi rujukan pengambilan keputusan,” jelasnya.

Di sisi lain, dirinya berharap PPKM darurat di Kota Mataram tidak diperpanjang. Sehingga pemerintah daerah dapat lebih leluasa mengevaluasi skenario pembatasan yang diberlakukan. “Supaya kita bisa menata kembali sektor perekonomian kita juga. Tapi kalaupun diperpanjang, skenario awal itu dan lain sebagainya tetap kita lakukan,” ujar Mohan.

Untuk mengantisipasi perpanjangan tersebut, Pemkot Mataram juga menyiapkan penyaluran bantuan sosial berupa beras yang diambil dari cadangan beras pemerintah (CBP). Selain itu, capaian vaksinasi diharapkan dapat terus meningkat guna mempercepat munculnya herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Untuk vaksinasi ini animo masyarakat kita sangat tinggi. Hanya saja masalahnya sekarang se-Indonesia (stok vaksin) terbatas. Ini yang kita harapkan juga mendapat dukungan, supaya kasus Covid-19 di Kota Mataram bisa ditekan,” tandas Mohan. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional