PPK Pembangunan IGD Baru RSUD Sumbawa Diperiksa Polisi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Penyidik Tipikor Reskrim Polres Sumbawa mulai memanggil saksi guna menyelidiki kasus dugaan penyimpangan pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) baru RSUD Sumbawa. Dalam hal ini polisi memeriksa Ahmad Fauzi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum lama ini.

Ahmad Fauzi diperiksa penyidik pada Senin, 3 Oktober 2016. Ia mendatangi Polres Sumbawa didampingi salah satu staf Rumah Sakit setempat. Adapun penyidik memeriksa yang bersangkutan sejak pukul 13.00 Wita hingga pukul 15.30 Wita. Informasinya ia dimintai keterangan seputar tugas dan tanggungjawabnya selaku PPK dalam pembangunan IGD tersebut. Saat dicegat Suara NTB usai pemeriksaan, Fauzi enggan berkomentar. Ia bergegas meninggalkan ruangan Sat Reskrim Polres Sumbawa.

Iklan

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Yusuf Tauziri, SIK kepada wartawan, Selasa (4/10/2016) membenarkan adanya pemeriksaan PPK rumah sakit setempat. Untuk sementara, pihaknya sudah memintai dokumen-dokumen yang ada. Seperti DPA RSUD, surat kontrak, dan adendum untuk pekerjaan konstruksi, spesifikasi, dan gambarnya. Selain itu pihaknya juga sudah memintai surat perjanjian pengerjaan pengawasan atas nama CV. Daito Konsultan. Serta administrasi pencairan dana. “Untuk sementara kami sudah memintai keterangan Ahmad Fauzi selaku PPK,” Imbuhnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, pihaknya berencana melakukan pemanggilan terhadap ketua dan sekretaris Pokja. Termasuk Direktur PT Adistana, dan Kuasa Direktur.

Seperti diberitakan, pembangunan IGD baru RSUD Sumbawa diduga terjadi penyimpangan. Sejumlah item pengerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi dan adanya indikasi mark-up. Hal ini menyusul adanya laporan yang diterima pihak kepolisian beberapa waktu lalu. Untuk diketahui, anggaran pembangunan IGD baru dan manajemen RSUD Sumbawa tahun 2015 senilai Rp 3,7 miliar lebih. Sebelum dilaporkan ke polisi, proses pembangunan gedung tersebut sempat menuai permasalahan. Subkontraktor sempat mencabut beberapa fasilitas IGD, karena belum dibayarkan kontraktor. Hal inipun bisa terselesaikan. (ind)