PPK Optimis Proyek Dermaga Gili Meno Tuntas

Kondisi bangunan dari Dermaga Gili Meno yang siap diselesaikan kontraktor, Jumat, 13 Februari 2020 ini. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Proyek dermaga Gili Meno senilai Rp 9,1 miliar disikapi optimis. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Lalu Sahrip Arifin, Kamis, 13 Februari 2020 mengklaim, proyek tersebut dapat diselesaikan di masa perpanjangan waktu yang akan berakhir, Jumat, 14 Februari 2020 hari ini.

Kepada Suara NTB, Lalu Sahrip mengatakan pihaknya sudah turun memantau proyek dermaga Gili Meno. Proyek tersebut sejatinya berakhir kontrak reguler pada 25 Desember 2019. Rekanan kemudian melanjutkan pengerjaannya melalui prosedur kontrak perpanjangan selama 50 hari.

Iklan

“Kita tetap kawal agar selesai sesuai kontrak (perpanjangan) yang 50 hari. Masih masa perpanjangan, besok berakhirnya,” ujarnya.

PPK yang juga Kabid Perhubungan Darat, pada Dishub Kanlut KLU ini menyebut, rekanan menghadapi kendala dalam proses pengerjaannya. Salah satunya, rekanan kesulitan menambatkan material.

Di Gili Meno, kata dia, nyaris tidak ada areal daratan yang bisa digunakan rekanan untuk menempatkan material. Satu-satunya cara yang dilakukan adalah mengandalkan kapal. Material ditumpuk di kapal, begitu pula proses pengerjaannya dari atas kapal.

“Kita optimis bisa diselesaikan, pantauan terakhir progres 98 persen, sisa tinggal 2 persen yakni pemasangan atap dermaga,” sebutnya.

Selain atap, pelaksana juga belum membongkar papan pagesting yang masih menempel pada dermaga. Ia mengakui, hal itu memang sengaja belum dibersihkan, karena pelaksana memprioritaskan konstruksi vital yang belum rampung.

Pada proyek dermaga Gili Meno, Lalu Sahrip Arifin juga menegaskan, proses pembangunannya dikelola sesuai mekanisme. Di mana, pengerjaan pada masa pemeliharaan oleh pihak ketiga PT. Multi Langgeng, dijamin dengan penempatan dana agunan bank senilai Rp 1,9 miliar. “Ada garansi banknya, Rp 1,9 miliar dia,” imbuhnya. (ari)