PPK Asrama Haji Diklarifikasi Kejaksaan

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB,  membuka lagi  penyelidikan pengerjaan  proyek gedung serbaguna Asrama Haji NTB di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. Saksi-saksi mulai dipanggil Kamis, 5 Oktober 2017 kemarin. Salah satu yang dipanggil itu PPK, H. Abu Arif.

Diperoleh informasi, Abu Arif  datang ke Kantor Kejati NTB sekitar pukul 09.00 Wita dan beberapa jam lamanya diklarifikasi di ruang intelijen Kejati NTB.  Abu Arif mengakui diklarifikasi Kejaksaan saat dikonfirmasi Suara NTB via ponsel Kamis sore usai pemeriksaan.

Iklan

‘’Ya tadi memang datang ke sana (Kejaksaan, red),’’ katanya.  Namun dia  tak menjelaskan materi pemeriksaan. Suara NTB pun berusaha menggali dari sisi tanggungjawabnya sebagai PPK pada pengerjaan proyek senilai Rp 57,4 miliar  bersumber dari APBN tahun 2015 itu.

‘’Sebaiknya saya memberikan penjelasan langsung agar lebih lengkap,’’ ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH mengaku belum mendapat informasi soal pemeriksaan PPK Asrama Haji tersebut. Tapi dengan alasan masih penyelidikan, pihaknya  belum bisa memberikan penjelasan apapun.

Dengan pemeriksaan itu, berarti  Kejaksaan membuka lagi penyelidikan proyek ini, setelah sebelumnya pada Mei 2016 lalu pernah dilakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Mangkraknya gedung serbaguna di kompleks Asrama Haji  NTB di  Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram ini  sebenarnya bukan informasi baru.  Catatan pemberitaan sebelumnya, pejabat penting  Kemenag NTB pernah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Saksi itu diketahui H. Abu Arif, menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek senilai Rp 57.444.338.000.  Dokumen penting seperti kontrak, realisasi pekerjaan, menumpuk di salah satu ruang penyidik, hasil sitaan dari Kantor Kemenang NTB.

Saksi lainnya adalah Kuasa Pengguna Anggarna (KPA), namun beberapa kali ditunda pemeriksaannya karena sakit. Sekitar Agustus 2016 kasus itu tak terdengar lagi perkembangannya.  Bidikan saat itu tidak hanya gedung utama, namun mengarah ke landscape yang tidak jelas fisiknya.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemenag  NTB, anggaran pembangunan Gedung Serbaguna Asrama Haji NTB itu digelontorkan dari APBN pada 2015. Pagu dananya Rp 60.254.171.470. Proyek itu diikuti 97 perusahaan dan dimenangkan PT Adhi Karya (Persero)  Tbk dengan nilai penawaran Rp 57.444.338.000.

Sementara, untuk pengadaan jasa konsultan perencana pembangunan gedung serbaguna tersebut pagu dananya Rp 1.780.133.000. Sumber dana dari APBN. Proses lelang diikuti 50 peserta. Pemenangnya PT Penta Rekayasa dengan nilai penawaran Rp 1.557.402.000. (ars)