PPDB Sistem Zonasi Harus Dikaji

Selong (Suara NTB) – Organisasi keguruan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) cabang Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menilai pemberlakuan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi tidak serta merta diterapkan.

‘’Melainkan, sistem zonasi itu harus dikaji secara mendalam terkait dampak yang akan ditimbulkan,’’ ujar Sekretaris IGI Lotim, Muhir, S.Pd, Jumat, 19 Mei 2017.

Iklan

Ditegaskannya, penerapan sistem zonasi sejak dulu sudah dicoba dengan nama sistem rayonisasi. Di mana pada saat ini bentuk penerapan yakni bagaimana suatu sekolah menguasai wilayahnya masing-masing. Namun seiring berjalannya waktu, sistem rayonisasi tersebut tidak diterapkan lagi hingga beberapa tahun lamanya.

Untuk itu, ujarnya, bila pelaksanaan PPDB dibangkitkan kembali dengan nama sistem zonasi, maka sebaiknya pemangku kebijakan harus melakukan kajian secara mendalam, terutama mempertimbangkan aspek atau dampak negatif dari pelaksanaan sistem zonasi.

“Sebaiknya sistem zonasi itu tidak serta merta dilakukan secepatnya itu. Melainkan harus dilakukan kajian terlebih dahulu,” kritiknya.

Dalam pelaksananaan pengkajian, sambungnya, pihak-pihak terkait harus tetap dilibatkan dengan proses pengkajian tidak dapat dilakukan dalam kurun waktu satu atau dua minggu.

Selain itu, Muhir juga menjelaskan saat ini masyarakat sudah cukup cerdas, sehingga mereka tahu kemana harus menyekolahkan anaknya. Dari sekolah ini, anak dapat menumbuhkembangkan minat bakat dan motivasi mereka untuk masa yang akan datang, karena anak merupakan investasi masa depan.

“Orang tua cerdas, tidak akan pernah mau anak-anaknya sebagai investasi masa depan menjadi orang-orang yang lemah. Pasti mereka memilih pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya,” terangnya.  (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here