PPDB, Pejabat Dikbud Berharap Tak Dipaksa Oknum Dewan

Mataram (Suara NTB) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi yang mulai diterapkan tahun ini oleh Pemkot Mataram, disinyalir akan diwarnai siswa titipan oknum pejabat dan anggota Dewan. Karenanya pejabat Dikbud berharap tidak dipaksa untuk melaksanakan tugas yang bukan tupoksi mereka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram, H. Sudenom mengaku, praktik tersebut tidak bisa dihindari pada setiap penerimaan peserta didik baru. Padahal, pembatasan penerimaan siswa sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Iklan

Hal ini semestinya dimaklumi oleh oknum pejabat maupun oknum anggota Dewan, agar tidak memaksa dinas dan mulai sekarang berpikir mengarahkan anaknya ke sekolah lainnya.

“Kita jelaskan dari sekarang supaya mereka tidak memaksa kita,” kata Sudenom dikonfirmasi, Senin, 30 April 2018.

Sudenom tidak berani memprediksi apakah praktik ini akan sama terjadi di tahun sebelumnya. Menurut dia, ini akan jadi tugas berat. Sebab, di tahun sebelumnya tidak ada kata tidak bagi orang – orang itu. Dia mengaku terkadang kewalahan mengatasi itu.

“Kalau anaknya langsung mungkin bisa dibantu. Kalau anak orang lain, anak tetangga, sahabat dan anak konstituen. Silakan bantu kami mengarahkan orangtua mencari sekolah lain bisa cocok untuk anaknya,” pintanya.

Penerapan sistem zonasi, Dikbud akan menggunakan sistem selatan – utara atau timur – barat. Untuk mengatur berdasarkan radius terlalu susah. Berbeda halnya dengan daerah lain. Pertimbangan itu melihat lokasi SMPN 1, 2 dan 15 sangat berdekatan.

Sistem ini bisa membagi murid sehingga tidak menumpuk di satu tempat. “Selain dengan sistem zonasi, juga dengan kita pakai jalur bina lingkungan,” timpalnya. Ketertarikan orangtua siswa menyekolahkan anaknya di tiga sekolah di Jalan Pejanggik tersebut disebabkan oleh terbangunnya persepsi bahwa itu merupakan sekolah favorit.

Pihaknya tidak pernah mengatakan sekolah ini favorit. Tetapi masyarakat membangun image-nya sendiri. Oleh karenanya, diminta masyarakat tidak memilih sekolah agar terjadi pemerataan atau penyebaran siswa. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here