PPATK Asistensi Enam Kasus TPPU Bandar Narkoba

Helmi Kwarta Kusuma Putra. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ikut serta gelar perkara kasus tindak pidana pencucian uang bandar narkoba yang ditangani Polda NTB. Sebanyak 12 kasus TPPU tercatat dimulai penyidikannya. Enam kasus sudah ditindaklanjuti PPATK.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra megnatakan, PPATK memberikan saran sebagai ahli dalam penerapan delik pidana TPPU terhadap para bandar yang sudah ditangkap tersebut. “Penyidik menerapkan sangkaan Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 (UU TPPU),” jelasnya, Rabu, 23 Desember 2020. Dari enam kasus tersebut, kata Helmi, dua kasus diantaranya sudah mendapatkan hasil analisis dari PPATK. Dua kasus ini melibatkan tersangka bandar narkoba berinisial MR alias Sultan dan SF.

Satu kasus diantaranya sudah dilimpahkan berkasnya ke kejaksaan. Kini tinggal menanti hasil penelitian jaksa mengenai kelengkapannya. “Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka ini baik yang dilihat secara aktif maupun pasif,” kata Helmi. Kemudian apabila dari penelusuran transaksi keuangan milik para tersangka muncul keterlibatan orang lain, pihaknya dipastikan akan melakukan pendalaman. Menurut Helmi, munculnya peran orang lain dalam pengembangan kasus TPPU itu sudah menjadi hal yang biasa. Tidak menutup kemungkinan, mereka yang terlibat juga dapat ditetapkan sebagai tersangka.

“Misal ada yang ikut menyamarkan uang hasil kejahatan narkoba, itu layak untuk dikenakan TPPU,” ucap Helmi. “Jadi siapa pun yang berafiliasi dari transaksi keuangan itu harus diperiksa, kalau niat jahatnya-nya ada, kita tetapkan sebagai tersangka,” imbuhnya. (why)