Potret Mengharukan di Ujung Kepemimpinan HBY-Arif

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dan wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH saat saling memaafkan di momen perpisahaan akhir masa tugas, Senin, 15 Februari 2021.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pasangan Bupati dan wakil Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin dan Arifuddin, SH memasuki masa purna tugas sebagai kepala daerah mulai 17 Februari 2021 ini. Acara doa syukuran dan perpisahaan memasuki masa purna tugas jadi momen mengharukan yang ditandai dengan keikhlasan untuk saling bermaafan antara H. Bambang dan Arifuddin.

Ungkapan permohonan maaf secara terbuka disampaikan wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH yang lebih awal memberikan sambutan pada acara doa syukuran dan perpisahan di pendopo Bupati, Senin, 15 Februari 2021.

Iklan

Bahkan Arifuddin tidak mampu menahan air matanya di depan tamu undangan. Bahkan beberapa kali terdengar suaranya terbata-bata karena menahan air mata dan rasa sedihnya, juga terlihat beberapa kali mengusap air mata dengan tisu yang antarkan oleh Hj. Eri Ariyani H. Bambang di podium.

Rasa sedihnya itu tidak bisa ditutupi ketika ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ASN di Dompu.

“Terutama kepada pak Bupati, ibu Bupati. Mungkin kebersamaan kita selama 5 tahun, ada hal-hal yang kurang berkenan ataupun tutur kata kami, tingkah laku kami selama 5 tahun, dengan segala kerendahan hati kami beserta keluarga juga menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya kepada pak Bupati dan ibu Bupati,” ungkap Arifuddin.

Usai memberikan sambutan dan kembali di kursi yang bersebelahan dengan H. Bambang, Arifuddin langsung berjabatan tangan dan berpelukan dengan Bupati. Bahkan terlihat H. Bambang mencium tangan Wakil Bupati sebagai pertanda keduanya saling bermaaf-maafan. Pemandangan ini tidak hanya terlihat di aula pendopo saat acara perpisahan, keduanya kembali berpelukan dan saling bermaaf-maafan ketika diantar ke mobil dinas keduanya di depan pendopo.

Drs. H. Bambang M. Yasin juga mengungkapkan rasa sedihnya pada momen perpisahan di akhir masa tugasnya sebagai Bupati Dompu. Ia juga terlihat menangis dan tangisannya itu menjadi yang kali pertama di depan publik. “Ada banyak hal yang membuat saya menangis dan tidak pernah menangis di depan publik,” akunya.

Sebelum wakil Bupati dan Bupati menyampaikan pidato, panitia juga sempat menampilkan video perkembangan pembangunan di Dompu. Berbagai pembangunan berhasil dilakukan untuk sarana prasarana dan infrastruktur, serta kemajuan daerah. Diantaranya pembangunan Rababaka kompleks, pabrik gula PT SMS, pembangunan gudang dan drayer jagung, pembangunan kantor Bupati, kantor klaster 2, kantor Camat Dompu, pendopo Bupati, RS Pratama Manggelewa, revitalisasi semua Puskesmas di Dompu, dan kemajuan investasi tambang PT STM. Bahkan berdasarkan data BPS, kondisi 2020 kemiskinan tinggal 12,16 persen dengan pendapatan perkapita Rp25,4 juta per tahun.

Kondisi ini, kata H. Bambang, merupakan akumulasi dari doa dan kerjasama semua pihak yang ada di Dompu maupun luar daerah. “Pada hari ini, kita menyaksikan banyak hal, banyak warga yang berubah selama saya menjadi Bupati. Itu adalah akumulasi dari doa-doa kita semua, dari kerjasama kita semua, dan dari keikhlasan dan ketulusan alam yang ada di wilayah Kabupaten Dompu,” katanya. “Saya hanya menjalani takdir saya sebagai hamba Allah dan insyaallah, kita semua ditakdirkan menjadi seperti apa yang terjadi di kehidupan kita selama ini,” terangnya.

Kepada Bupati dan wakil Bupati akan datang, H. Bambang berharap dapat melanjutkan program-program terbaik untuk masyarakat. Karena ujung dari setiap program yang dijalankan adalah masyarakat “Bupati berikutnya dapat melanjutkan progrma-program yang terbaik untuk masyarakat. Karena bagaimana pun juga, hal yang terbaik dari program pemerintah itu ujungnya masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya Plt Sekda Dompu, Drs. H. Muhibuddin, M.SI dalam laporannya menyampaikan, aset pemerintah Kabupaten Dompu saat ini sebesar Rp2,2 triliun dan APBD tahun 2021 sebesar Rp1,060 triliun. ASN di Dompu ada 4.700 orang dan PTT ada 2.700 orang. Selama kepemimpinan HBY-Arif maupun sebelumnya HBY-Ir H Syamsuddin, MM berhasil melaksanakan managemen pemerintahan, dan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Juga berhasil mengakomodir kebutuhan masyarakat dan berupaya mendinamiskan masyarakat untuk ikut serta dalam pembangunan.

“Sehingga dampaknya terhadap kondisi daerah kita baik pada kesejahteraan, pelayanan umum, dan daya saing,” terangnya.

Setiap event pesta demokrasi, kata H Muhibuddin, Kabupaten Dompu tidak pernah luput dari zona merah berdasarkan pandangan aparat keamanan. Tapi pasca pemilihan, Kabupaten Dompu selalu terbaik dari sisi partisipasi dan keamanan. “Kalau dulu, banyak premanisme di Dompu. Alhamdulillah untuk saat ini tidak kelihatan lagi,” ungkapnya. (ula/*)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional