Potensi Zakat Lotim Mencapai Rp25 Miliar

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy menyerahkan uang zakat kepada mustahiq di pendopo Lotim, Jumat, 11 September 2020.(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencatat potensi zakat yang bisa ditarik di tengah masyarakat mencapai Rp25 miliar per tahun. Potensi besar tersebut  belum bisa digarap maksimal. Sejauh ini yang bisa ditarik hanya dari zakat profesi, utamanya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nilainya tembus Rp15 miliar per tahun.

Hal ini diutarakan Ketua Baznas Lotim, Ismul Basar saat penyerahan zakat kepada 78 mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) di Pendopo Bupati Lotim, Jumat, 11 September 2020. Menurutnya, jika seluruh potensi zakat tersebut bisa dikembangkan maka akan semakin banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

Iklan

Potensi zakat yang belum tersentuh sama sekali adalah zakat pertanian. Sejauh ini penarikan zakat berlaku di tengah-tengah masyarakat langsung. Tidak melalui Badan Amil Zakat atau lembaga zakat infak dan sedekah. ”Kita masih terbentur dengan kebiasaan masyarakat,” terangnya.

Adapun dalam pencairannya, Baznas Lotim memberikan delapan asnaf sesuai dalil Quran. Komitmen Baznas ini mencoba hadir untuk bangkitkan perekonomian umat melalui zakat. Ismul Basar menuturkan, sesuai hasil penelitia di sejumlah negara di dunia menyebutkan ekonomi sosialis dan liberal belum mampu entaskan kemiskinan.

“Hanya ekobomi syariah yang bisa entaskan kemiskinan,” terangnya. Keberadaan Baznas, Lembaga Amil Zakat, Badan Wakaf Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah diyakini akan bisa mewujudkan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Fakta di Lotim, kata Ismul yang juga Wakil ketua Mastakat Ekonomi Syariah Lotim ini menyebut, melalui zakat akan bisa membantu pemkab Lotim menuju target penurunan kemiskinan.

Seperti dilakukan, Jumat kemarin sebanyak 78 mustahiq yakni pelaku usha kecil yang diberikan bantuan. Harapannya, dari bantuan Rp500 ribu untuk pribadi dan Rp2,5 juta sampai Rp5 juta untuk kelompok ini dapat berkembang. Dituturkan, beberapa mustahiq yang sudah diberikan sebelumnya juga banyak yang menunjukkan perkembangan positif.

Sekretaris Baznas Lotim, Abdul Hayyi Zakaria menambahkan, bantuan yang diberikan seperti hibah dari pemerintah daerah. Tidak ada pengembalian. Akan tetapi, ada pola yang coba diterapkan. Yakni mengajak penerima terbiasa berinfak. “Nanti semua yang menerima ini akan dibagikan celengan, jadi selesai bekerja masuk beberapa rupiah masukkan ke Celengan sebagai tabungan akhirat,” sarannya.

Tabungan itu selanjutnya diserahkan ke Baznas untuk selanjutnya akan di berikan ke kelompok lain menunggu antrian untuk diberikan. “Nanti akan ada proses pembinaan lebih lanjut,” demikian sebutnya. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here