Positif Mengandung Babi, BPOM Minta Samyang Ditarik

Mataram (suarantb.com) – Gemar mengonsumsi Samyang, mi instan asal Korea Selatan yang terkenal dengan pedasnya? Sepertinya dalam waktu dekat kegemaran itu harus dihentikan. Terlebih bagi masyarakat muslim di Indonesia. Pasalnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan kandungan babi dalam Samyang dan tiga produk mi instan asal negeri ginseng.

“Berdasarkan hasil sampling dan pengujian terhadap mi instan asal Korea, beberapa produk menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Namun tidak mencantumkan peringatan ‘Mengandung Babi’ pada label,” demikian tulis BPOM dalam edarannya.

Iklan

Bahkan, melalui Edaran BPOM RI Nomor IN.08.04.532.06.17.2432 tertanggal 15 Juni 2017, BPOM memerintahkan penarikan terhadap asal Korea tersebut.

Empat produk mi instan yang dipastikan BPOM positif mengandung babi adalah sebagai berikut. Merek Samyang, mi instan U-Dong, merek Nongshim, mi instan Shin Ramyun Black, merek Samyang, mi instan rasa Kimchi dan merek Ottogi, mi instan Yeul Ramen. Semua produk mi instan ini termasuk dalam daftar produk impor PT Koin Bumi.

Dalam surat edaran yang ditujukan pada Kepala Balai Besar/ Balai POM seluruh Indonesia tersebut secara tegas BPOM memerintahkan importir yang bersangkutan untuk menarik produk tersebut dari peredaran. Termasuk pula pencabutan izin edar karena tidak sesuai dengan ketentuan.

Penarikan produk dari pasaran juga diperintahkan mulai dilakukan sejak Kamis lalu, 15 Juni 2017. Untuk itu, BBPOM di daerah diminta untuk terus melakukan pemantauan. “Pemantauan harus terus dilakukan terhadap sarana distribusi produk tersebut, diantaranya importir/distributor, toko, supermarket, pasar tradisional dan sarana yang sering melakukan pelanggaran di wilayah kerja Saudara masing-masing,” tertulis dalam edaran tersebut. (ros)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional