Positif Covid-19, PS Salah Satu Kafe di Lotim Meninggal

Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di Meliwis Cafe. (Suara NTB/ ist)

Selong (Suara NTB) – Partner Song (PS) atau pemandu lagu Cafe Meliwis, IM (35) dikabarkan meninggal dunia karena terpapar Corona Virus Disease (Covid-19). PS yang berasal dari Subang Provinsi Jawa Barat (Jabar) itu meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedjono Selong sekira pukul 12.27 WITA, Senin, 6 September 2021.

Kepala Puskesmas Labuhan Haji, Lalu Rusli Anhar saat dikonfirmasi mengakui kabar meninggalnya salah satu karyawan dari Kawasan Cafe Meliwis Kecamatan Labuhan Haji. Tim Satuan Tugas Pencegahan Covid Kecamatan Labuhan Haji ini pun langsung bertindak cepat melakukan sterilisasi kawasan Meliwis.

Iklan

Asrama karyawan langsung disemprot disinfektan dan dilakukan rapid tes antigen kepada semua pekerja Meliwis Cafe.

Lalu Rusli Anhar menjelaskan, IM langsung ke RSUD Selong sejak tanggal 26 Agustus 2021 lalu. Hasil swab tes pasien dinyatakan positif Covid pada tanggal 30 Agustus. “Itu berdasarkan informaai dari Dinas Kesehatan, sehingga  pihak rumah sakit sarankan isolasi di rumah sakit,” ungkapnya.

Mengetahui ada warga yang positif hingga meninggal, Meliwis Cafe rencana akan ditutup dalam jangka dua pekan ke depan. Hal ini sebagai upaya antisipasi terjadi hubungan langsung dengan masyarakat. Dikhawatirkan virus menyebar kemana-mana mana dan menambah jumlah yang terpapar. Para karyawan dan pengelola juga akan dikarantina. Jenazah sendiri katanya masih koordinasi dengan keluarga dan Satgas Covid-19 Kabupaten Subang Jabar.

Pengelola Meliwis Cafe, Baiq Ika Zuraida Febriani dikonfirmasi terpisah menuturkan IM mulai sakit nyeri dada tanggal 25 Agustus. Tanggal 26 Agustus  dibawa ke UGD RSUD. Almarhumah sudah sempat menghubunginya lewat sambungan WhatsApp pada tanggal 28 Agustus. Kalau saat itu IM sedang pakai oksigen. PS ini minta izin kepada pengelola nggak kerja dalam waktu cukup lama, karena isolasi.

Pengelola Meliwis Cafe menyatakan pihaknya tetap menerapkan prokesCovid. Ika membantah kalau selama ini pihaknya kendur dalam perapanprokes. Hanya saja tidak bisa dihindari kemungkinan terpaparnya saat para PS ini berinteraksi dengan warga luar. “Kalau cari makan anak- anak ini kan keluar,” tuturnya.

Diakuinya, IM bekerja di Meliwis sejak 2016 lalu. Tapi saat penutupan total tidak ada aktivitas. Pengelola ini mengaku juga mulai memasukkan karyawannya jadi peserta  BPJS ketenagakerjaan. Sejauh ini, pola kerja masih sistem kontrak pertiga bulan. (rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional