Positif Covid-19, 15 Warga Brang Kolong Dievakuasi ke Rumah Sakit

Didi Darsani (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak 15 warga Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa dievakuasi ke rumah sakit, Selasa, 21 Juli 2020. Pasalnya dari hasil pemeriksaan sampel swab, dinyatakan positif covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani, A.Pt membenarkan adanya evakuasi belasan warga positif covid-19 tersebut. Saat ini mereka sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Baik di RS HL Manambai Abdulkadir maupun di gedung RSUD Sumbawa di Sering.  “Mereka sudah di rumah sakit. Ada yang di RSMA ada yang di RSUD di Sering,” ujarnya kepada wartawan.

Iklan

Diungkapkannya, 15 warga positif ini merupakan kontak erat dari pasien positif asal desa setempat yang diumumkan meninggal dunia beberapa waktu lalu. Hal ini berdasarkan hasil penelusuran kontak yang dilakukan sebelumnya. Setelah dilakukan pemeriksaan sampel swab ternyata hasilnya positif covid-19.

“Ini hasil kontak tracing kita dengan pasien yang meninggal asal Brang Kolong. Mereka diswab di lokasi mereka, karena jumlahnya banyak. Kemarin kan ada 46 yang kita swab, dan kita ketemu 15 (positif red),” terangnya.

Dengan adanya kasus ini, jelasnya, penanganan yang dilakukan di desa setempat tetap  sesuai dengan protokol yang ada. Sedangkan terkait kemungkinan swab massal, tergantung dari analisa dan akan dibicarakan dengan tim gugus tugas. Adapun terkait penelusuran kontak 15 orang yang dinyatakan positif ini juga akan dilakukan pendalaman nantinya.

Sementara ini, lanjutnya, dengan adanya tambahan 15 kasus positif, total kasus positif di Kabupaten Sumbawa menjadi 74 kasus. Yang masih dirawat menjadi 29 orang dan 2 orang meninggal dunia. Selebihnya sudah dinyatakan sembuh. Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protocol kesehatan sesuai dengan anjuran yang sebelumnya disampaikan pemerintah. Sebagai upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Sumbawa.

“Yang terjadi di masyarakat, new normal dianggap kembali seperti semula. Padahal dia lupa bahwa kembali seperti semula dengan protokol kesehatan covid. Sekarang ayo kita kembali ke imbauan kita sebelumnya, untuk membantu pencegahan covid ini agar tidak meluas,” pungkasnya. (ind)