Ponpes Darul Hikmah Wisuda Santri Tahfiz

Seorang santri rumah tahfiz sedang diwisuda di Ponpes Darul Hikmah Desa Darek, Lombok Tengah, Sabtu, 23 Januari 2021.(Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 45 santri Tahfiz Ponpes Darul Hikmah Desa Darek, Lombok Tengah diwisuda, Sabtu, 23 Januari 2021. Di tengah lonjakan kasus positif Covid-19, pelaksanaan wisuda dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Yayasan Darul Hikmah, Humam Balya, SH., MH., mengingatkan kepada para santri Tahfiz agar tetap Istiqomah dalam melanjutkan hafalan Alquran. “Selamat pada yang diwisuda Tahfiz pada pagi hari ini. Tetap Istiqomah jangan sampai kita kehilangan semangat,” pesannya.

Iklan

Pelaksanaan wisuda dengan berbagai level juz hafalan ini merupakan langkah awal untuk menjadi seorang hafiz. Dia menjelaskan jika santri tetap Istiqomah dan tidak pernah menyerah, bukan tidak mungkin hafalan 30 juz bisa cepat diselesaikan.

“Tidak akan menikmati nikmatnya ilmu jika tidak pernah menahan perihnya menahan kantuk untuk belajar,” paparnya.

Dikatakan, Ponpes tahun ini mulai berbenah melakukan peremajaan ideologi internal. Hal itu dimulai dengan dibukanya kelas pondok dan tahfiz. Untuk kelas pondok dikhususkan untuk mempelajari berbagai kitab kuning. Sedangkan kelas Tahfiz untuk menghafal Quran.

“Menghafal kitab-kitab matan jurumiyah dan lainnya. Itu yang harus diselesaikan dalam waktu enam bulan dan akan dilakukan pengujian kitab di depan orangtua. Semoga ini jadi berkah kita di awal tahun sehingga bisa berkembang jadi yang lebih baik untuk generasi anak kita kedepan,” sambung Humam.

Pada kesempatan itu, Humam Balya menjelaskan agar para santri tahfiz optimis. Mengingat jadi seorang hafiz, memberikan banyak peluang beasiswa yang lebih besar. Ada banyak perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa bagi hafiz yang telah menyelesaikan hafalannya. “Dengan modal tahfiz ini akan bisa menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga kita bisa,” tuturnya.

Koordinator Rumah Tahfiz, Himayadi Saputra, M.HI., menyampaikan program pokok rumah tahfiz adalah melaksanakan wisuda akbar. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan kini difokuskan di wilayahnya masing-masing. Program lainnya ialah pelaksanaan wisuda secara nasional di Jakarta. “Ada lagi beasiswa yang disediakan ke berbagai perguruan tinggi di Jakarta,” ujarnya.

Di NTB Rumah Tahfiz sudah memiliki banyak kerjasama dengan perguruan seperti UIN Mataram. Sehingga dengan hanya membawa sertifikat Tahfiz pasti akan diterima. Saat ini Rumah Tahfiz Qur’an telah mempunyai 50 cabang Rumah Tahfiz dengan 1.058 santri di seluruh NTB.

“Insya Allah bisa difasilitasi. Penghafal Al-Qur’an itu jadi apapun bisa. Dengan profesi apapun juga bisa. Wisuda bertujuan agar santri tetap Istiqomah menghafal Quran. Kita harus tetap membaca Alquran dan mengaplikasikan kehidupan kita sehari-hari bersama dengan keluarga dan masyarakat,” tutupnya. (dys)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional