Pondasi Industrialisasi Tuntas Tahun Ini

Hj. Nuryanti. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Program industrialisasi yang dicanangkan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mulai terwujud jati dirinya. Tahun ini, 2021, pondasi industrialisasi ditargetkan tuntas. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME, perwujudan pondasi industrialisasi ini adalah munculnya pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), mewakili masing-masing sektor.

Enam  sektor industri prioritas di NTB diantaranya, Industri Pangan, Industri Hulu Agro, Industri Permesinan Alat Transportasi, Industri Hasil Pertambangan. Industri Kosmetik, Farmasi Herbal Dan Kimia. Serta Ekonomi Kreatif. Berdasarkan target Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tahun 2021 ini, kata kepala dinas, capaian program industri dapat naik 1 persen, dari capaian terakhir tahun 2020.

“Satu persen ini adalah perkembangan industrialisasi. Dan Penyerapan tenaga kerjanya, serta jasa-jasa usaha ikutan dari masing-masing sektor,” imbuhnya. Menurut kepala dinas, target utama tahun ini adalah terbangunnya ekosistem industrialisasi. Misalnya, di sektor Moslem fashion industry. Yang sudah dilakukan adalah pelatihan pelatihan pewarna alam untuk kain tenun, bimtek tenun menggunakan ATBM (alat tenun bukan mesin), festival desiner tenun Lombok Sumbawa, fasion show tenun di tingkat nasional.

Ekosistem yang terbangun adalah berkembangnya IKM-IKM yang menyediakan bahan-bahan untuk pewarna alam, berkembangnya IKM-IKM pembuat motif tenun, berkembangnya IKM tenun, kemudian berkembangnya pemasar-pemasar tenun. Belum lagi berkembang konveksi, desainer untuk pakaian-pakaian yang akan ditampilkan pada fashion show. Hingga jasa-jasa lain yang saling bertalian dalam ekosistem.

Kemudian di sektor Industri Permesinan Alat Transportasi, capaiannya adalah dengan dikembangkan sepeda listrik dan kendaraan listrik. Sepeda listriknya adalah Le-Bui, Matric – B, dan ngebUTS. Ekosistem yang akan dibangun dari produsen sepeda listrik ini dijelaskan kepala dinas, saat permintaannya tinggi, dengan sendirinya produsen membutuhkan pasokan komponen-komponen dari IKM lainnya. Misalnya, IKM pembuat baut, IKM pembuat rangka, IKM pengelasan, IKM pengecatan. Semua IKM ini juga bertalian.

“Satu sepeda listrik ini, dapat mengembangkan banyak IKM lainnya. Kita targetkan tidak lagi mendatangkan komponen sepeda listrik dari luar. Mungkin hanya ban dan baterai yang tidak bisa dibuat langsung oleh IKM kita. Banyak yang hidup, tidak hanya produsen sepeda listrik saja. Inilah ekosistem itu, demikian juga yang lainnya,” jelas Nuryanti.

Tahun 2021 ini IKM-IKM yang menjadi pioneer ini sudah terbentuk. Misalnya, IKM sepeda listrik, IKM kosmetik, IKM fashion. Dari masing-masing IKM ini akan bekembang IKM-IKM lain yang menjadi penyedia/pemasok atau produsen bahan baku lainnya untuk menghasilkan satu jenis produk. “Kita bangun beberapa IKM, kita kawal kebutuhan dan standarisasinya kita dampingi sampai dia menjadi penghasil produk industri yang memenuhi standar. IKM yang jadi inilah yang kemudian harus bermitra dengan IKM-IKM lainnya dalam satu ekosistem. Itulah pondasi yang kita maksudkan, dan harus tuntas tahun ini pondasi ini,” jelas kepala dinas. Dinas Perindustrian Provinsi NTB akan memilih IKM-IKM mana yang potensi produksinya dapat berkembang, dan dapat ekspor. Serta memiliki semangat tinggi untuk berkembang. (bul)