Pompa Rusak, 1.373 KK Warga Samili Bima Krisis Air Bersih

Bima (Suara NTB) – Ribuan warga Desa Samili Kecamatan Woha kesulitan air bersih dalam dua bulan terakhir. Sebab, pompa air di desa setempat mengalami kerusakan. Mereka terpaksa mengambil air di Desa tetangga dan area pertanian untuk mencukupi kebutuhan setiap hari.

Sekretaris Desa (Sekdes) Samili Kecamatan Woha, M. Akhwan Qusairi S.Sos mengaku pompa air bantuan Pemerintah Pusat tersebut sebenarnya mampu menjawab kebutuhan warga Samili yang alami krisis air bersih selama 15 tahun terakhir.

Iklan

“Selama satu tahun lebih pompa ini diandalkan oleh warga. Tapi sekarang tidak bisa dipakai karena kondisinya rusak,” katanya.

Menurutnya akibat rusaknya pompa tersebut sebanyak 1.373 Kepala Keluarga (KK) di sembilan dari 10 dusun mengalami krisis air bersih. Walaupun ada pompa air di dusun Rangga Jao, namun hanya mampu mencukupi satu dusun saja.

“Pompa ini sempat rusak dan diservis. Tapi belum sebulan kembali rusak, makanya kami mengecek kerusakannya. Apakah akan diperbaiki atau diganti,” katanya.

Menurutnya, kalaupun nantinya diperbaiki, alat dan bahan-bahan pompa tersebut harus dipesan terlebih dahulu di luar Bima. Tapi jika diganti membutuhkan anggaran yang banyak.

“Harga pompa sekitar Rp50 juta. Anggaran sebanyak ini harus ada sentuhan pimpinan daerah. Jika menggunakan Dana Desa tidak cukup, kalaupun dipaksakan tunggu dokumen APBDEs Perubahan,” katanya.

Ia menambahkan sembari menunggu pengecekan kerusakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas teknis terkait agar menyuplay air bersih. Serta secara pribadi menyampaikan persoalan itu kepada Bupati Bima via telepon.

“Secara pribadi saya sudah komunikasikan ke Bupati. Tapi secara kelembagaan belum, kemungkinan Senin mendatang. Kami berharap ada bantuan,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, H. Taufik Rusdy ST, mengatakan pihaknya sudah melakukan pendistribusian terhadap wilayah alami krisis air bersih, termasuk di Desa Samili.

“Sudah kita sikapi begitu terima laporan. Tidak hanya di Desa Samili saja. Tapi desa yang lain juga,” katanya.

Menurutnya, terkait rusaknya pompa air di desa Samili, pihaknya sudah meminta kepada Pemerintah desa setempat untuk segera melaporkan secara tertulis agar ditindaklanjuti. “Kemudian setelah itu kita akan mengajukan ke Bupati. Kita akan berupaya semaksimal mungkin,” pungkasnya. (uki)