Polwan Polda NTB Gandeng Disos Sebar Bantuan untuk Penyandang Disabilitas

Kadisos Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik (paling kanan) bersama Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati (ketiga dari kanan) menyerahkan kursi roda kepada penyandang disabilitas di Dusun Bajur Induk, Desa Bajur, Labuapi, Lombok Barat, Senin, 31 Agustus 2020. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 diharapkan tidak menggerus akses kesehatan, sosial, dan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Polwan Polda NTB bersama Dinas Sosial (Disos) Provinsi NTB berupaya menguatkan ketahanan penyandang disabilitas tersebut. Memanfaatkan momentum HUT Polwan ke-72 tahun 2020 dengan berbagi alat bantu disabilitas di tiga kabupaten/kota.

Sulaiman Al-arabi (37), sumringah pada Senin pagi, 31 Agustus 2020. Hari itu, warga Dusun Bajur Induk, Desa Bajur, Labuapi, Lombok Barat ini untuk pertama kalinya duduk di kursi roda. Sejak lahir, pria penyandang disabilitas ini selalu dalam gendongan orang lain untuk beraktivitas.

“Baru sekarang ini saya bisa punya yang seperti ini,” ucapnya senang. Sulaiman mendapat bantuan kursi roda. Diserahkan langsung Kadisos Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik bersama rombongan Polwan Polda NTB yang diwakili AKBP Ni Made Pujewati.

Sulaiman menderita kelainan pada kakinya sejak dilahirkan 37 tahun silam. “Selama ini kemana-mana digendong,” kata anak ketiga dari enam bersaudara ini. Sulaiman hanya seorang lulusan SD. Namun, dia menolak menyerah dengan keadaan.

“Saya sudah ikut pelatihan menjahit. Sekarang ikut kakak misan. Ikut jahit, ikut bordir. Jahit semuanya bisa. Baju celana. Ada juga saya kerjakan baju dinas,” kata Sulaiman.

Ahsanul Khalik menerangkan, terdapat sekurangnya 27 ribu penyandang disabilitas di seluruh NTB. Mereka membutuhkan alat bantu seperti kursi roda, tongkat, dan alat bantu dengar. “Ketika teman-teman Polwan datang, kami respon baik kegiatan kemanusiaan ini. intinya sebagai perhatian kepada masyarakat prasejahtera dan kawan difabel. Ini membutuhkan kebersamaan kita semua,” terangnya.

Menurutnya, momentum HUT Polwan ke-72 ini menurutnya sebagai momentum pembaruan data penyandang disabilitas. Mereka yang mendapat bantuan ini merupakan hasil penelusuran Polwan. “Itu sebabnya kehadiran Polwan menjadi sarana perbaikan data. Semua jaringan di kepolisian nanti akan kita gandeng untuk perbaiki data dan memberi jangkauan pelayanan kepada mereka,” kata pria yang karib disapa Aka ini.

Sementara Pujewati mengatakan, penyandang disabilitas merupakan salah satu pokok subyek hukum dalam rangka optimalisasi pelayanannya. “HUT Polwan ke-72 ini menjadi momentum, titik awal komitmen gerak bersama secara terpadu. Dari yang sebelumnya mungkin masih secara parsial,” jelas Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTB ini.

Penyerahan bantuan ini juga menyasar penyandang disabilitas di Kediri, Lombok Barat; Batujai dan Penujak, Lombok Tengah. Selain alat bantu disabilitas, penerima bantuan ini juga diberi sembako untuk antisipasi dampak ekonomi pandemi Covid-19. (why)