Poltekpar Lombok akan Bangun Hotel Bintang Empat

Inilah Rektorat Poltekpar Lombok di Lombok Tengah. Pembangunan fasilitas lain sedang dilakukan, termasuk pembangunan hotel bintang empat. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pembangunan fasilitas pendukug Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok dipastikan masih akan terus berlanjut. Pemerintah pusat sendiri telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 227 miliar pada tahun ini untuk membangun sejumlah fasilitas yang diharapkan bisa mendukung proses belajar mengajar. Salah satunya fasilitas hotel kelas bintang empat.

Hal itu diungkapkan Direktur Poltekpar Negeri Lombok, Hamsu Hanafi, saat peresmian kampus Poltekpar Negeri Lombok di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah (Loteng), Kamis, 21 Februari 2019. Ia mengatakan, secara umum capaian pembangunan fasilitas jika dilihat dari masterplan yang ada baru 30 persen. Artinya, masih cukup jauh dari rencana yang ada.

Iklan

Tahun ini, ujarnya, akan ada beberapa fasilitas kampus yang akan dibangun. Di antaranya dapur serta restoran praktik. Selain itu ada juga pembangunan jalan serta landscape. “Untuk hotelnya sendiri ada 60 kamar yang tersedia,” terangnya.

Untuk kondisi mahasiswa, Hamsu mengatakan saat ini Poltekpar Negeri Lombok sudah masuk angkatan ketiga dengan total mahasiswa sebanyak 809 orang. Di mana untuk angkatan pertama tahun 2016 lalu adanya 118 orang mahasiswa. Kemudian pada penerimaan tahun kedua 380 mahasiswa dari sekitar 500 pendaftar.

Sedangkan tahun 2018 lalu, ada 343 mahasiswa yang diterima. Dari sekitar 1.200 orang pendaftar. “Jadi meskipun baru minta orang untuk masuk dan berkuliah di Poltekpar Lombok sangat tinggi. Itu bisa dilihat dari banyaknya pendaftar. Bahkan jauh melebihi Poltekpar lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Memang pihaknya sampai sejauh ini masih dihadapi beberapa persoalan. Terutama soal ketersediaan tenaga pengajar yang masih sangat terbatas. Di mana sampai saat ini Poltekpar Negeri Lombok baru memiliki 33 dosen, sehingga untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya meminta dukungan dosen tambahan dari STP Bali maupun Bandung.

Pihaknya juga sudah mengandeng beberapa perguruan tinggi untuk bisa membantu tenaga dosen untuk beberapa mata kuliah tertentu. Termasuk dengan perguruan tinggi luar negeri, juga sudah ada yang digandeng. “Meski dari sisi tenaga pendidik kita masih terbatas, namun bukan berarti kita tidak berupaya. Karena bagaimanapun kualitas pendidikan juga tetap harus dijaga,” tandasnya. (kir)