Polsek Pekat Ungkap Kasus Pencurian Sarang Burung Walet

Dompu (Suara NTB) – Sekelompok pemuda di Pekat melakukan aksi pencurian sarang burung walet. Aksi ini diungkap atas kesigapan jajaran Polsek Pekat dari informasi pembeli sarang burung walet.

Kapolsek Pekat, Ipda Abdul Malik kepada Suara NTB, Kamis, 28 Juni 2018  mengungkapkan, kasus pencurian sarang burung walet ini berhasil diungkap setelah pihaknya mendapat informasi dari Asidin selaku pembeli sarang burung walet di Pekat pada Selasa (26/6) siang sekitar pukul 12.00 wita. Sarang burung walet tersebut dicurigai hasil curian karena kondisinya masih muda dan belum waktunya dipanen.

Iklan

Asidin sendiri membeli sarang burung walet tersebut di Taufik warga Pekat dan diketahui bersumber dari Jhd alias Johan. Informasi ini langsung disampaikan Asidin ke Kapolsek dan langsung ditindak lanjuti dengan memanggil penjual pertama berinisial Jhd (35) warga Kandindi Barat bersama adiknya Nn (19). “Hasil interogasi, Jhd mengakui sarang burung walet itu hasil curian di 4 lokasi (di Pekat),” katanya.

Dalam melancarkan aksinya, Jhd melibatkan beberapa orang rekannya berinisia Drl (16) warfa Pekat, GH (20) warga Pekat, AA (23) warga Kadindi Barat, Ajm (23) warga Pekat dan adik kandungnya sendiri berinisial Nn. “Para pelaku sudah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuannya,” katanya.

Kasus pencurian sarang burung walet ini sempat meresahkan warga di Kecamatan Pekat. Hal ini berawal dari kecurigaan para pembudidaya sarang burung walet karena berkurangnya produksi. Kendati para pelaku sudah ditangkap, situasi kondisi keamanan di Pekat masih kondusif dan warga menyerahkan proses hukumnya ke Kepolisian. (ula)