Polsek Mataram Selidiki Tewasnya Pelajar di Pawai MTQ

Mataram (suarantb.com) – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mataram, AKP Taufik mengaku pihaknya telah menyelidiki tewasnya seorang pelajar akibat tumbangnya pohon di lokasi pawai kendaraan hias menjelang MTQ, Jumat 29 Juli 2016.

Ditemui di sela pengamanan di Islamic Center, Taufik menerangkan langkah yang ditempuh pihaknya usai mengetahui kasus tersebut. “Kita mendatangi TKP dan mendatangi korban, itu murni karena musibah pohon tumbang. Keluarga korban sudah kita datangi, karena itu musibah mereka mengiklaskannya,” ujar Taufik.

Taufik juga mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam menyaksikan MTQ nantinya. Terlebih dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas (lakalantas) dan tindakan kriminal lainnya.

“Sebetulnya lakalantas juga perlu kita antisipasi. Juga barang-barang bawaan masyarakat seperti perhiasan yang berlebihan mohon diantisipasi, terlebih di tempat-tempat pengambilan uang seperti ATM, Bank, dan sebagainya,” imbaunya.

Seperti diketahui, seorang pelajar tewas tertimpa pohon tumbang saat hendak menyaksikan. Pelajar yang diketahui bernama Baiq Nanda Sari Ramdhani (17) menghembuskan napas terakhir di RSU Mataram.

Bersama rekan – rekannya, pelajar kelas  XII IPA 1 ini menonton pawai kendaraan hias, Jumat, 29 Juli 2016 di bawah pohon sawo manila di Jalan Langko Kota Mataram. Tiba – tiba, dahan pohon sawo yang sarat buah patah dan menimpa tiga orang siswa. Namun, korban tidak sempat menghindar sehingga dahan pohon menimpa kepala bagian belakangnya. Sementara, dua rekannya menghindar dan mengalami luka ringan.

Melihat kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke RSUD Kota Mataram. Sayangnya, nyawa korban tidak bisa tertolong dan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pantauan Suara NTB di RSUD Kota Mataram, orangtua korban langsung histeris melihat putrinya sudah terbujur kaku. Sementara, rekan – rekan sekelasnya menangis  saat mobil ambulans membawa korban ke kediamannya di Lingkungan Irigasi Kelurahan Taman Sari, Kota Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Sudenom menjelaskan kronologi meninggalnya siswi SMAN 2 Mataram tersebut. Dijelaskan, korban bersama rekannya menonton pawai taaruf dan tidak sempat menghindar saat ranting pohon patah. Korban kemudian berusaha dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Kota Mataram, tapi meninggal dalam perjalanan. ‘’Kalau penanganannya sudah sesuai prosedur,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan, HM. Kemal Islam mengatakan, kejadian tersebut murni kecelakaan. Sebab pihaknya, sudah berupaya melakukan penembangan dan lain sebagainya. Ia menduga patahnya ranting pohon manila tersebut akibat banyaknya buah. ‘’Kemarin malam saya bersama Pak Wali bersihkan rantingnya. Iya, namanya musibah kita ndak tahu,’’ kata Kemal.

Sementara itu,  guru pendamping SMA 2 Mataram, Sohib Maskuri, mengaku jika siswa-siswi yang datang ke arena pawai taaruf di Lapangan Sangkareang, merupakan arahan dari pihak sekolah. Mereka diminta untuk hadir meramaikan pawai taaruf.  Siswa-siswi yang diarahkan pihak sekolah berasal dari kelas XI dan XII. (szr)