Polsek Cakranegara Ringkus Pemalsu STNK

Mataram (suarantb.com) – Kepolisian Sektor Cakranegara berhasil meringkus pemalsu dokumen Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Sabtu, 27 Mei 2017 di Desa Rumak Barat Selatan Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Tersangka berinisial F (35) dan barang bukti diamankan Unit Reskrim Polsek Cakranagara.

Kapolsek Cakranegara, Kompol Haris Dinzah mengatakan pihaknya mendapatkan informasi masyarakat bahwa sering terjadi jual beli STNK palsu. Kemudian pihaknya melakukan penelusuran dan penyelidikan.

Iklan

“Kita lakukan penggeledahan. Benar bahwa di rumah salah seorang pelaku ditemukan sebanyak 70 lembar baik STNK maupun notes pajak yang dipalsukan,” kata Haris kepada wartawan, Selasa, 30 Mei 2017.

Selain STNK, polisi juga mengamankan 2 (dua) buah HP Lenovo Hitam,HP Polytron kuning, 4 (empat) buah pensil, 2 (dua) buah tas kecil warna hitam, 15 lembar plastik bungkus STNK dan 1 set alat.

Kapolsek menambahkan, modus yang digunakan pelaku yaitu meng-copy STNK asli dalam bentuk kosong. Kemudian pelaku memilok kertas STNK. Selain itu, pelaku juga mengambil hologram dari STNK asli, kemudian ditempel di STNK palsu. Sementara notes pajak dipalsukan dengan menghapus notes asli lalu ditulis notes baru.

Pelaku memperoleh lembaran STNK kosong dari M dari Turide yang dibeli seharga Rp 150.000 per lembar kemudian dicetak dan dijual Rp 1.000.000 untuk R2. Sedangkan Untuk STNK R4 dibeli Rp 250.000 kemudian dijual Rp 2.500.000. Caranya pelaku menunggu pemesanan konsumen. Dengan berbekal informasi jenis kendaraan, nomor polisi dan tahun pelaku kemudian memalsukan STNK.

“Baru dibuatkan dengan notes kosong, diketik lagi dengan nomornya sesuai pemesanan, merknya. Ada juga dengan STNK yang sama jenisnya Avanza tinggal dihapus DR-nya, dihapus nomor rangkanya dan dihapus berlaku sampai dengannya,” jelas Haris.

Menurutnya, sudah sekitar ratusan STNK palsu dijual tersangka. Tersangka berinisal F dengan sengaja melakukan tindak pidana pemalsuan surat-surat berupa STNK dan menjadikannya sebagai mata pencaharian sejak 2013. Namun aktivitas tersangka mulai berkurang sejak M tertangkap. Setahun terakhir, F kembali menjalankan aksinya. Tersangka dijerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman penjara selama 2 tahun. (bur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here