Polresta Mataram Tutup Produsen Miras Tradisional

Kasatresnarkoba Polresta Mataram mengecek produksi miras tradisional ilegal di Lingsar, Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Penangkapan mobil mengangkut miras tradisional di Lingsar, Lombok Barat membawa petunjuk keberadaan pabriknya. Pengepul berinisial IR (47) membeli ribuan liter miras jenis tuak dan brem dari Dusun Montang, Batu Mekar, Lingsar, Lombok Barat. Produsennya, WSD (45) diamankan.

Pelaku IR yang mengemudikan Toyota Kijang Grand Extra kedapatan membawa miras saat melintas di Jalan Gora II, Batu Kumbung, Lingsar, Lombok Barat pada Selasa lalu. Barang buktinya sembilan jeriken tuak dan 51 botol brem. “Miras itu akan dia jual di rumahnya di Lombok Timur,” beber Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Kamis, 5 Maret 2020 kemarin.

Iklan

Sehari berselang setelah IR diamankan, tim Satresnarkoba mengembangkan kasus itu ke pelaku penjualnya. Akhirnya, tempat produksi miras tradisional di Montang, Batu Mekar, Lingsar, Lombok Barat digerebek. Dari penggerebekan, pemilik rumah sekaligus peracik miras ikut diamankan. WSD saat didatangi polisi saat itu sedang memindahkan cairan miras dari drum ke drum.

Dari WSD disita 10 jeriken tuak. Dari penghuni lain, NKS disita tujuh jeriken tuak, dari WSR disita empat jeriken tuak, dari WTM disita dua jeriken tuak. “Mereka menjual minuman beralkohol tanpa izin,” jelas Adi. (why)