Polresta Mataram Tangkap Perempuan Jual Kosmetik Tanpa Izin Edar

Kapolresta Mataram Heri Wahyudi didampingi Kasatreskrim Kadek Adi Budi Astawa  Selasa, 15 Juni 2021 menunjukkan barang bukti kosmetik tanpa izin edar BPOM yang dijual tersangka RD.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penjual kembali kosmetik tanpa izin edar, RD alias FD ditangkap polisi. Wanita ini menjual kosmetiknya melalui media sosial. Daya tariknya, kosmetik itu punya efek kilat memutihkan badan. Padahal, produknya tidak punya keterangan komposisi dan label aman BPOM.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menerangkan, RD membuat mereka dagang Fikadewy Kosmetik yang diambil dari akronim nama identitasnya. “Satu bulan dia dapat untung Rp1 juta,” ujarnya, Selasa, 15 Juni 2021. RD kini sudah menjadi tersangka dugaan pelanggaran pasal 196 juncto pasal 98 ayat 2 dan 3 atau pasal 197 juncto pasal 106 ayat 1 UU 11/2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas UU RI No36/2009 ttg Kesehatan. Serta pasal 62 dan pasal 8 ayat 1 huruf a UU RI No8/1999 tentang perlindungan Konsumen.

Iklan

“Modusnya, tersangka menjual produk kosmetik tanpa dilengkapi izin edar yang diterbitkan BPOM. Dia juga tidak punya izin usaha penjualan kosmetik,” terang Kadek Adi. Tersangka menjual kosmetiknya dalam bentuk body lotion, toner badan, dan sabun. Kosmetik dalam bentuk botol ini dipesan RD dari Kudus, Jawa Tengah. Kosmetik itu kemudian dijual kembali dengan mereka RD sendiri bermodal stiker.

Kosmetik itu ditawarkan dengan khasiat memutihkan kulit hanya dalam waktu tujuh hari. Daya tarik itu dipakai tersangka dalam memasarkan produk lewat akun Facebook dan Instagram. “Dia menjual dalam bentuk paket. Satu paket dia beli Rp250 ribu. Kemudian dia jual kembali seharga Rp350 ribu. Jadi dia mendapat keuntungan Rp100 ribu dari setiap paketnya,” jelas Kadek Adi.

Tersangka disebut sudah menjual barang sejak Januari lalu. Kebanjiran pembeli, RD mendatangkan lagi produk untuk ketiga kalinya. Kosmetik ini juga yang dipakai RD sehari-hari. Setelah kepincut khasiatnya, RD lalu mencoba berbisnis dengan menjadi reseller atau penjual kembali. Saat diinterogasi, RD mengakui produk itu memang tidak memiliki izin dari BPOM. Tapi, justru itu yang menurutnya punya khasiat lebih manjur. “Biasanya yang tidak ada izin itu yang cepat kelihatan hasilnya. Makanya saya berani jual lagi barang ini,” sebut RD yang tinggal di Bertais, Sandubaya, Mataram ini. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional